News

Inggris Diamuk Covid-19 Varian Delta, Tertinggi Menimpa Remaja Usia 12-15 Tahun

Sejak akhir Juni, angka kasus harian baru di Inggris rata-rata melebihi 20 ribu.


Inggris Diamuk Covid-19 Varian Delta, Tertinggi Menimpa Remaja Usia 12-15 Tahun
Situasi pembelajaran tatap muka di Weaverham High School, Cheshire, Inggris pada 9 Maret 2021. (Foto: REUTERS) ()

AKURAT.CO, Penularan Covid-19 saat ini paling banyak menimpa anak berusia 12-15 tahun, menurut pernyataan Kepala Tenaga Kesehatan (Nakes) Inggris Chris Whitty pada Rabu (22/9). Bahkan, hampir semua anak yang tidak divaksinasi akan terinfeksi cepat atau lambat.

Dilansir dari Reuters, kelompok usia 12-15 tahun di Inggris akan ditawari vaksin Covid-19. Dengan begitu, menurut Whitty dan timnya, pendidikan mereka tak akan banyak terganggu.

"Pasti ada penularan substansial yang terjadi pada kelompok usia ini. Faktanya, kelompok usia yang sedang kita bahas ini adalah kelompok dengan tingkat penularan tertinggi yang terjadi sekarang, sejauh yang kami tahu," ucap Whitty.

Sejak akhir Juni, angka kasus harian baru di Inggris rata-rata melebihi 20 ribu. Tak tanggung-tanggung, tercatat 34.460 kasus Covid-19 di negara tersebut pada Rabu (22/9).

Meski sekitar setengah dari kelompok anak-anak pernah terinfeksi Covid-19, perlindungannya diperkirakan telah berkurang. Program vaksinasi pun dipastikan tak akan terlalu mengganggu sekolah dibandingkan jika anak-anak tertular Covid-19.

"Sebagian besar anak-anak yang belum terkena Covid-19 terancam terinfeksi suatu saat. Meski belum bisa dipastikan dalam 2 atau 3 bulan ke depan, cepat atau lambat mereka akan terserang karena penyakit ini sangat menular. Karena kekebalan berkurang, situasinya tidak akan berhenti begitu saja," terangnya.

Whitty pun menjamin vaksin akan mengurangi risiko infeksi hingga 50 persen, bahkan mungkin lebih.

Varian Delta yang sangat menular kini merajalela di Inggris. Otoritas kesehatan di seluruh dunia lantas mengevaluasi kembali penanganan pandemi, terutama dampak vaksin terhadap penularan.

"Menurut kami, mustahil menghentikan total penularan. Namun, bukan berarti vaksinasi tak akan berdampak pada penularan," ujar Wei Shen Lim, ketua Komite Gabungan untuk Vaksinasi dan IImunisasi Covid-19, di hadapan parlemen. []