News

Ingatkan Kasus Penembakan Laskar FPI, Mardani: Tuntaskan Demi Polri yang Presisi

Ingatkan Kasus Penembakan Laskar FPI, Mardani: Tuntaskan Demi Polri yang Presisi
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menunjukkan barang bukti hasil penyelidikan saat konferensi pers di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Senin, (28/12/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Politisi Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera mendesak Polri menuntaskan kasus penembakan yang menewaskan enam anggota FPI. Temuan Komnas HAM harus ditindaklanjuti.

"Masih segar dalam ingatan publik kasus penembakan yang menewaskan 6 anggota FPI, komnas HAM pun sudah mengeluarkan rekomendasinya. Koordinasi antara pihak Kepolisian dgn Komnas HAM harus ditingkatkan demi memastikan terang dan kejelasan dari kasus tersebut," kata Mardani, Senin (15/2/2021).

Kata Mardani, temuan dari Komnas HAM mesti ditindaklanjuti karena bagian dari upaya menemukan titik terang yang terjadi di tengah kesimpang siuran informasi di publik. Ini akan menuntun untuk membuka fakta-fakta peristiwa lebih objektif.

baca juga:

Beberapa rekomendasi diantaranya, kasus ini perlu dilanjutkan ke penegakan hukum dengan mekanisme pengadilan pidana. Mengusut lebih jauh kepemilikan senjata api yang diduga digunakan laskar FPI, sampai proses pengakan hukum yang transparan serta sesuai dengan standar HAM.

"Hasil investigasi Komnas HAM perlu dijadikan pijak bersama dalm proses akuntabilitas selanjutnya. Pemerintah beserta kepolisian harus menindaklanjutinya secara transparan dan akuntabel setiap rekomendasi tersebut," kata Mardani.

Selain itu, kepolisian pun juga perlu berbenah, terutama memastikan kinerja-kinerja yang dilakukan sejalan dengn standar HAM. Seperti pengawasan internal yang perlu diperkuat untuk memastikan ketetapan prosedur dari semua kerja-kerja kepolisian, lalu libatkan Kompolnas secara maksimal.

"Semata untuk memastikan apakah tindakan aparat saat kejadian proporsional," terang Mardani.

Yang artinya penggunaan kekuatan harus dilaksanakan secara seimbang antara ancaman yang dihadapi dan tingkat kekuatan atau respon anggota Polri, sehingga tidak menimbulkan kerugian maupun korban dan penderitaan yang berlebihan.

"Demi Polri ‘Presisi’ seperti yang dicanangkan Kapolri Listyo Sigit, sudah selayaknya kasus ini dituntaskan di 100 hari pertama," tukas Mardani. []

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu