Lifestyle

Ingat! Penting Jaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

Bila seseorang mengalami tekanan dan stres, maka tingkat kekebalan imun tubuh akan berkurang.


Ingat! Penting Jaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi
Ilustrasi kesehatan mental (Pixabay/Wokandapix)

AKURAT.CO Hari Kesehatan Nasional jatuh pada 12 November setiap tahunnya. Di tahun ini, Halodoc mengadakan HaloTalks dengan tema 'Pendekatan Kesehatan Holistik untuk Indonesia Sehat' untuk merayakannya.

Melalui acara ini, Halodoc ingin mengedukasi masyarakat agar lebih sehat dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari. Terlebih lagi, dunia saat ini tengah menghadapi masalah pandemi.

Sejak awal 2020, Halodoc sendiri fokus berinovasi dalam memberikan pelayanan bagi para penggunanya. Untuk menghadapi pandemi, Halodoc meluncurkan AI yang menjawab pertanyaanmu seputar corona, dokter yang siap sedia 24 jam untuk berkomunikasi terkait COVID-19, drive thru testing pertama di Indonesia, hingga launching layanan psikologi dengan menggaet 200 psikolog dan psikiater seluruh Indonesia.

Dalam masa pandemi ini, kita perlu memerhatikan dan menjaga kesehatan secara holistik, baik itu kesehatan fisik, mental, maupun sosial. Pentingnya kesehatan fisik dan pemenuhan gizi cukup sering dibicarakan ketika membahas mengenai cara menjaga tubuh agar terhindar dari COVID-19. Keadaan fisik yang sehat serta mengonsumsi nutrisi yang tepat akan membuat imun tubuh meningkat sehingga tubuh lebih kuat dalam menghadapi serangan penyakit.

Namun, keadaan mental ternyata tidak kalah penting untuk diperhatikan karena dapat berpengaruh besar bagi kesehatan.

Menurut Rena Masri, S.Psi, M.Psi, seorang Psikolog Klinis yang telah berkarir selama 14 tahun di dunia Psikologi, keadaan pandemi telah memberikan tekanan bagi banyak orang. Dari yang sebelumnya aktif berkegiatan di luar rumah, sekarang berubah secara tiba-tiba karena harus selalu berada di dalam rumah.

Tekanan bisa dirasakan dari internal maupun eksternal dan contoh di atas merupakan salah satu contoh dari tekanan eksternal. Tekanan-tekanan ini meskipun bentuknya kecil, tetapi jika dibiarkan menumpuk maka akan menjadi tekanan berkepanjangan.

“Dampak tekanan dalam jangka pendek yang tidak dapat dikelola dengan baik bisa menimbulkan PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder). Jadi tekanan berkepanjangan kalau tidak dipulihkan akan mengakibatkan depresi juga OCD (Obsessive-Compulsive Disorder) akibat kebiasaan, kecemasan, dan ketakutan yang biasa dihadapi selama pandemic,” jelas Rena.

Bila seseorang mengalami tekanan dan stres, maka tingkat kekebalan imun tubuh akan berkurang. Hal ini dapat mengakibatkan virus dan penyakit menjadi lebih mudah masuk ke dalam tubuh. Untuk itu, kesehatan mental juga harus kita jaga. Segeralah mencari pertolongan ke psikolog atau psikiater jika kita merasakan adanya perubahan dalam diri.