Lifestyle

Ingat, Kamu Bukan Makan Hidangan ala Lebaran Cuma Sekali Setahun

Makanan Lebaran juga sering dikonsumsi tiap hari


Ingat, Kamu Bukan Makan Hidangan ala Lebaran Cuma Sekali Setahun
Ilustrasi sajian lebaran (Pixabay)

AKURAT.CO, Dua tahun belakangan ini, Hari Raya Idul Fitri dirayakan tanpa banyak keriaan seperti tahun-tahun sebelumnya. Pandemi mengharuskan banyak orang untuk menjaga jarak sosial dan mengurangi kerumunan.

Kendati demikian, hidangan dan kue-kue Lebaran tetap tersaji di meja-meja di hampir setiap rumah. Hidangan khas Lebaran seperti sambal goreng ati, opor ayam, rendang, sayur labu serta hidangan bersantan lainnya, menjadi teman setia ketupat yang sedap untuk disantap. Belum lagi kue-kue seperti nastar, sagu keju, kaastengel hingga kue lapis legit.

Aneka hidangan dengan jumlah kalori fantastis, serta hidangan bersantan yang kaya akan kolesterol, menjadi wajar untuk disantap saat keriaan Lebaran yang dirayakan setiap satu tahun sekali. Tetapi, apakah betul aman meski disantap hanya setahun sekali, atau sungguhkah hanya setahun sekali jenis makanan ini dinikmati?

Yang harus disadari, makan ketupat dan hidangan bersantan seperti opor ayam, sayur nangka atau pepaya, dan rendang umumnya tidak setahun sekali. Tapi mungkin saja kombinasi semua makanan itu yang dimakan setahun sekali. Coba hitung berapa kali kamu makan nasi Padang dengan lauk rendang? Atau makan lontong sayur buat sarapan dalam seminggu?

Makanan ini sebenarnya juga sudah umum jadi makanan sehari-hari buat sarapan, jadi kamu wajib kendalikan porsi makannya. Masalah yang kedua adalah soal berapa banyak makan santan dalam sehari?

"Sebenarnya ini bisa jadi bermasalah, bisa jadi tidak masalah. Yang harus diingat, semua makanan jika disantap dalam jumlah berlebihan tidak akan sehat, termasuk makanan bersantan yang umumnya rendah serat ini," ujar ahli gizi dari RS Mayapada Hospital Kuningan, Christina Andhika Setyani pada, Kamis, (13/5).

Pada prinsipnya, hanya kamu sendirilah yang tau apa saja yang sudah dimakan selama ini dan kita sendiri jugalah yang mengetahui seberapa banyak yang sudah dikonsumsi.

"Pengendalian diri merupakan satu satunya cara yang paling baik," jelas Christina.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co