News

Informasi Negatif dan Hoaks Tentang BPA Galon Guna Ulang Harus Dihentikan

Narasi negatif dalam mempersepsikan migrasi BPA yang ada dalam kemasan galon guna ulang berbahan polikarbonat kembali mencuat.


Informasi Negatif dan Hoaks Tentang BPA Galon Guna Ulang Harus Dihentikan
Ilustrasi Galon Air (Shutterstock)

AKURAT.CO Narasi negatif yang salah dalam mempersepsikan migrasi Bisfenol A (BPA) yang ada dalam kemasan galon guna ulang berbahan polikarbonat kembali mencuat belakangan terakhir. 

Penyebaran informasi negatif tersebut disesalkan oleh Kementerian Perindustrian, pakar polimer, pakar keamanan pangan, dokter kandungan dan dokter anak. Penyebaran narasi berbau hoaks ini diminta agar segera dihentikan.

Demikian benang merah yang didapat dari hasil diskusi media bertema “Standar Keamanan Kemasan Pangan dan Kesehatan Konsumen” yang digelar secara online, Selasa (21/9/2021).

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika menyampaikan, isu soal BPA ini memang sangat sensitif. Karenanya, jika ada hal-hal yang diusulkan oleh pihak-pihak tertentu terkait BPA ini, disarankan agar orang tersebut melihat juga mengenai standar yang dikeluarkan regulator terkait keamanan kemasan yang mengandung BPA tersebut.

“Kita sudah mempunyai satu standar yang bisa digunakan. Di standar itu konteksnya itu lengkap di sana, ada pemerintah, perindustrian, BPOM, masyarakat/konsumen, produsen, dan juga ada akademisi,” jelasnya.  

Dengan demikian, kata Putu, jangan lagi ada pihak-pihak yang membolak-balikan fakta dengan mengatakan kandungan BPA yang ada dalam kemasan pangan termasuk galon guna ulang itu sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. 

“Karena, itu sangat terkait dengan konfidensi pada penggunaannya atau masyarakat luas. Kalau bisa, mekanisme seperti tadi, masuk ke standar yang sudah diatur, sehingga kita tidak akan menimbulkan suatu kehebohan di masyarakat,” ucapnya.

Dia juga tegas meminta agar pihak-pihak tertentu yang menyebarkan isu tidak benar terkait BPA ini untuk tidak merusak pemulihan industri di tengah pasar yang belum bagus.

“Konsentrasi kita sekarang melakukan pemulihan industri karena pasar di dalam negeri masih belum bagus,” ucapnya.