Ekonomi

Inflasi September 2022 Capai 5,95 Persen YoY, Tertinggi di Kota Sampit

Inflasi September 2022 Capai 5,95 Persen YoY, Tertinggi di Kota Sampit
Gedung Badan Pusat Statistik (BPS), di Jakarta, Rabu (1/8/2018). (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono menjelaskan bahwa kenaikan Inflasi dibulan September 2022 secara Year on Year(YoY) mencapai 5,95 persen.

"Kenaikan Inflasi September 2022 secara Year on Year mencapai 5,95 persen,":ucapnya pada saat konferensi pers bersama media di Jakarta, Senin (3/10/2022).

Kemudian jika kita lihat secara masing-masing wilayah, lanjutnya, kenaikan inflasi September 2022 tertinggi berada di pulau Kalimantan di kota Sampit dengan capaian nilai inflasi sebesar 8,85 persen dengan capaian nilai terendah berada di wilayah Bali Nusra di pulau Waingapu sebesar 3,92 persen.

baca juga:

Lebih rinci, lanjutnya, di wilayah Sumatera Inflasi tertinggi terjadi di kota Padang mencapai 8,54 persen kemudian di pulau Jawa inflasi tertingginya berada di kota Surakarta yang mencapai 7,84 persen.

"Lalu di wilayah Bali Nusra capaian tertinggi inflasi berada di kota Kupang mencapai 7,45 persen dengan capaian terendah seperti yang saya bilang berada di kota Waingapu sebesar 3,92 persen," ucapnya.

Beralih ke pulau Kalimantan, tambahnya, Kota Sampit mencapai 8,85 persen, Sulawesi di kota Luwuk mencapai 8,34 persen dan yang terakhir adalah Maluku dan Papua capaian inflasi tertinggi berada di kota Jayapura sebesar 8,62 persen.

Seperti yang diketahui, lanjut Margo, penyumbang terbesar kenaikan inflasi di kota Sampit terjadi karena naiknya harga tarif air minum PAM, dimana memberikan andil kepada inflasi Sampit mencapai 1,81 persen yang diikuti oleh kenaikan harga bensin sebesar 0,67 persen dan terakhir adalah kenaikan harga untuk Rokok Kretek Filter yang memberikan andil inflasi sebesar 0,34 persen.

Sebelumnya Margo menjelaskan bahwa dari 90 wilayah sekitar 88 kota mengalami inflasi secara Month to Month (MtM), dimana inflasi tertinggi ada di Bukit Tinggi sebesar 1,87 persen dan kalau dilihat di wilayah tersebut penyumbang utamanya adalah kenaikan harga Bensin yang memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,81 persen kemudian Beras mencapai 0,35 persen dan angkutan dalam kota memberikan andil 0,18 persen dan terakhir adalah angkutan antar kota memberikan andil 0,09 persen.

"Jadi 88 kota mengalami inflasi dan tertinggi ada di Bukit Tinggi sedangkan inflasi terendah terjadi di Merauke dengan capaian inflasi 0,07 persen, sementara itu ada dua kota yang mengalami deflasi diantaranya adalah Manokwari sebesar 0,64 persen dan yang kedua di Timika dengan capaian deflasi mencapai 0,59 persen," tukasnya.[]