Ekonomi

Inflasi RI Dicap Relatif Rendah Dibanding Negara Lain, Buktinya?

banyak negara yang berada di tingkat inflasi yang sangat tinggi yang diakibatkan konflik Rusia dan Ukraina


Inflasi RI Dicap Relatif Rendah Dibanding Negara Lain, Buktinya?
Ilustrasi inflasi (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu menyatakan inflasi yang terjadi di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan dengan banyak negara. Menurutnya banyak negara yang berada di tingkat inflasi yang sangat tinggi yang diakibatkan konflik Rusia dan Ukraina dengan sanksi ekonomi sehingga menambah ketidakpastian.

“ Untuk Indonesia inflasi masih relatif rendah dibanding banyak negara,” ucap Kepala Badan Kebijaka Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu saat media briefing, Jumat (13/5/22).

Febrio mengaku walaupun inflasi relatif rendah, pihaknya akan terus memantau perkembangan inflasi dari waktu ke waktu. Seperti memantau harga komoditas, beras, gula, cabai, hingga minyak goreng akan dipantau secara teliti.

baca juga:

“ Semuanya kita pantau dengan sangat teliti dan kita lihat terutama dalam konteks ini disebutkan ancaman berat pemerintah adalah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, dari sisi penerimaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) juga meningkat dengan demikian pihaknya memastikan daya beli masyarakat. Tak hanya itu, APBN juga sebagai shock absorber maka APBN akan terus sehat.

“ Untuk tahun 2022 ini defisitnya terus akan lebih baik dan ini adalah tantangan yang cukup berat sebenarnya tetapi kita melihat mengakses terus dari hari ke hari minggu ke minggu dan saat ini kita masih tetap optimis pertumbuhan ekonomi yang positif,” ungkapnya.

Pemerintah akan terus mengevaluasi dan memprioritaskan demi menjaga memontum pertumbuhan ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat serta ketersediaan bahan pokok.

“ Ini terus akan kita lihat dan evaluasi untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, daya beli masyarakat tetap terjaga dan ketersediaan bahan pokok di Indonesia tetap terjaga,” tambahnya.

Sekadar informasi, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyampaikan ekonomi Indonesia kuartal  I tahun 2022 terhadap kuartal I tahun 2021 tumbuh sebesar 5,01 persen (y-on-y). Sedangkan terhadap triwulan sebelumnya mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,96 persen (q-to-q).