Ekonomi

Inflasi Korea Selatan Capai Level Tertinggi Sejak Krisis Keuangan

indeks harga konsumen tumbuh sedikit lebih cepat dari perkiraan 6,0 persen pada bulan Juni dibandingkan tahun sebelumnya


Inflasi Korea Selatan Capai Level Tertinggi Sejak Krisis Keuangan
Personel Pasukan Kehormatan membawa bendera Korea Selatan (SCMP)

AKURAT.CO, Inflasi Korea Selatan bulan lalu mencapai level tertinggi sejak krisis keuangan Asia lebih dari dua dekade lalu. Hal ini kian menambah tanda-tanda munculnya ketegangan pada ekonomi terbuka yang bergantung pada perdagangan serta mengantisipasi ekspektasi kenaikan suku bunga sebesar bank sentral.

Melansir dari Reuters Selasa (5/7/2022), data menunjukkan pada hari Selasa indeks harga konsumen tumbuh sedikit lebih cepat dari perkiraan 6,0 persen pada bulan Juni dibandingkan tahun sebelumnya tertinggi sejak November 1998. Sementara data lain menunjukkan cadangan devisa menyusut paling besar sejak akhir 2008.

Ekonom dan pakar pasar menepis segala risiko langsung dari negara dengan ekonomi terbesar keempat di Asia itu bakal jatuh ke dalam krisis seperti yang terjadi beberapa kali di masa lalu. Mengingat berkat perbaikan signifikan dalam neraca pembayaran internasional dan profil utangnya.

baca juga:

Tetapi beberapa memperingatkan pemerintah dan bank sentral untuk mengantisipasi menghadapi masa yang sulit.

" Pembuatan kebijakan akan menjadi semakin sulit karena mereka memiliki campuran risiko inflasi naik dan risiko pertumbuhan ekonomi turun terus untuk saat ini," kata seorang analis di JPMorgan Chase Bank Park Seok-gil. 

Angka inflasi yang tinggi memperkuat kasus kenaikan suku bunga kebijakan bank sentral sebesar 50 basis poin yang belum pernah terjadi sebelumnya pada pertemuannya minggu depan.

Kendati demikian, Korea Selatan tetap rentan terhadap guncangan eksternal, mengingat ketergantungannya yang besar pada perdagangan luar negeri dan arus modal lintas batas telah membuatnya berada di bawah tekanan dengan meningkatnya arus keluar dana dari pasar saham lokal dan turunnya nilai won.

Mencerminkan ketegangan, premi swap default kredit pada obligasi negara global lima tahun negara itu telah melonjak 30,57 basis poin tahun ini hingga saat ini menjadi 52,54 atau tertinggi sejak awal pandemi Covid-19 pada awal 2020.

Pasar keuangan lokal tidak menunjukkan tanda-tanda panik pada hari Selasa dengan persepsi bahwa masalah yang dihadapi negara sebagian besar dari luar negeri dan tren global. Pasar saham, obligasi dan mata uang semuanya membukukan keuntungan kecil.[]