Ekonomi

Inflasi Bulan Juni Sebesar 0,61 Persen, Cabai Rawit Sampai Telur Jadi Pemicu!

inflasi tahun kalender pada bulan Juni yaitu 3,19 persen dan inflasi tahun ke tahun mencapai 4,35 persen (y-on-y)


Inflasi Bulan Juni Sebesar 0,61 Persen,  Cabai Rawit Sampai Telur Jadi Pemicu!
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono membahas soal inflasi dalam konferensi pers, Rilis BPS, Jumat (1/7/2022). (tangkapan layar youtube BPS)

AKURAT.CO, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyampaikan inflasi di bulan Juni tahun 2022 sebesar 0,61 persen(m-to-m) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) yaitu 111,09. Sedangkan inflasi tahun kalender pada bulan Juni yaitu 3,19 persen dan inflasi tahun ke tahun mencapai 4,35 persen (y-on-y).

Ia menjelaskan penyumbang inflasi di bulan Juni 2022 adalah berasal dari komoditas cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.

“Tadi inflasi tahun ke tahun sebesar 4,35 persen ini merupakan inflasi yang tertinggi sejak Juni tahun 2017. Di mana pada bulan Juni tahun 2017 inflasi kita sebesar 4,37 persen. Sedangkan kalau kita lihat di 90 kota ini ada 85 kota yang mengalami inflasi sedangkan 5 kota lainnya mengalami deflasi,” ucap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono, dalam konferensi pers, Rilis BPS, Jumat (1/7/2022).

baca juga:

Untuk kota yang mengalami inflasi tertinggi yaitu di Gunung Sitoli sebesar 2,72 persen dengan komoditas penyumbangnya adalah cabai merah 1,42 persen, cabai rawit 0,28 persen, bawang merah 0,27 persen. Kemudian inflasi terendah di Pontianak sebesar 0,07 persen. sementara deflasi tertinggi di kota Kendari sebesar -0,61 persen dan deflasi terendah di Tanjung Pandan -0,03 persen.

“Saya sampaikan harga cabai merah, cabai rawit dan bawang merah ini utamanya disebabkan karena faktor cuaca yang mengganggu atau turun hujan yang cukup lebat. Beberapa sentra produksi cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah ini menyebabkan gagal panen sehingga suplainya terganggu,” jelasnya.

Ia merincikan inflasi di bulan Juni apabila dilihat dari kompenen, penyumbang terbesar berasal dari harga bergejolak secara bulanan memberikan andil 0,44 persen. Komoditas utamanya yang menyumbang memberikan andil besar cabai merah, cabai rawit dan bawang merah.

“Kedua kompenen inti memberikan andil inflasi di bulan Juni 0,12 persen dan kalau dilihat komoditas penyumbangnya berasal dari upah asisten rumah tangga, sabun detergen, dan kontrak rumah,” paparnya.

Kompenen ketiga yaitu harga yang diatur pemerintah memberikan andil 0,05 persen. Hal ini disebabkan karena kenaikan tarif angkutan udara dan rokok kretek filter.[]