News

Infeksi Harian Covid-19 di Korsel Capai Rekor 7 Ribu Kasus, Kekebalan Berkurang pada Kelompok Lansia

Beberapa negara tengah mencapai rekor kasus terbanyak


Infeksi Harian Covid-19 di Korsel Capai Rekor 7 Ribu Kasus, Kekebalan Berkurang pada Kelompok Lansia
Seorang pria dengan mengenakan masker melewati tempat darurat untuk pengujian Covid-19 di Seoul, Korea Selatan, Selasa, 30 November 2021 (Ahn Young-joon/ Reuters via Al Jazeera)

AKURAT.CO,  Untuk pertama kalinya, jumlah harian infeksi Covid-19 di Korea Selatan (Korsel) telah melampaui 7 ribu kasus, dan para ahli telah menghubungkan lompatan rekor itu dengan berkurangnya kekebalan di antara para lansia. 

Pada Rabu (8/12), Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDA)  mengonfirmasi hingga 7.175 kasus baru. Angka ini 2.221 lebih banyak daripada hari sebelumnya. Dikatakan pula bahwa infeksi melonjak terutama di antara orang dewasa yang lebih tua yang telah mengalami penurunan kemanjuran vaksin. Menurut kantor berita Yonhap, selain orang tua, infeksi juga meningkat di kalangan anak-anak yang belum menerima dosis pertama mereka.

Jumlah pasien yang kritis juga telah mencapai angka tertinggi, yaitu mencapai 840 orang, naik 66 pada hari sebelumnya.

Sebagaimana diwartakan Al Jazeera, peningkatan infeksi dan kasus parah di Korsel terjadi usai pemerintah mulai melonggarkan pembatasan Covid-19. Pelonggaran yang disebut denngan 'Hidup Berdampingan dengan Covid-19' itu dimulai pada November lalu.

Sejak kebijakan itulah, infeksi mulai bermunculan, dan sebagian besar dilaporkan di wilayah Seoul. Sementara diketahui, Seoul adalah rumah bagi setengah dari keseluruhan populasi Korsel yang mencapai 51,7 juta jiwa. 

"Pekan lalu, tingkat peningkatan harian mencapai 5 ribu dan hari ini jumlahnya mencapai lebih dari 7 ribu. Penyebaran virus ini sangat hebat.

“Di wilayah ibukota, yang 80 persen dari total kasus dilaporkan, kami terus menambah tempat tidur rumah sakit dengan kerja sama aktif dari komunitas medis, tetapi masih sulit untuk mengejar laju peningkatan kasus infeksi," kata Perdana Menteri Kim Boo-kyum mengkonfirmasi peningkatan kasus di Korsel selama pertemuan pemerintah tentang Covid-19.

Yonhap mengungkap bahwa saat ini, di seluruh negeri, lebih dari 78,7 persen tempat tidur di ICU rumah sakit telah ditempati. Di wilayah ibukota, angkanya mencapai hingga 84,5 persen.

Kim, sementara itu, mengatakan bahwa pemerintah akan memobilisasi personel tambahan untuk mengawasi pasien yang merawat diri di rumah. Dijanjikan pula bahwa sistem transfer darurat ke rumah sakit akan ditingkatkan bagi mereka yang mengalami gejala parah.

Masa karantina bagi mereka yang hidup dengan pasien COVID-19 di rumah juga akan dikurangi dari 10 menjadi tujuh hari, katanya.

Perdana menteri kemudian mendesak orang tua untuk mendapatkan suntikan booster, mencatat bahwa orang berusia 60 tahun ke atas menyumbang 35 persen infeksi dan 84 persen kasus parah.

Dia juga mengimbau remaja untuk mendapatkan vaksinasi.

Korsel secara keseluruhan telah mencatat hampir 500 ribu kasus sejak awal pandemi. Sementara jumlah total kematian yang dicatat Worldomters adalah sebanyak 4.077 kasus.

-Menurunnya kekebalan-

Korsel memiliki salah satu tingkat vaksinasi tertinggi di dunia, setelah menginokulasi sekitar 91,8 persen dari populasi orang dewasanya. Pada Februari hingga Maret, sebagian besar lansia disana juga sudah menerima dosis pertama. 

Pihak berwenang di Korsel berpikir tingkat vaksinasi yang tinggi  itu akan mampu mencegah penyebaran virus. Karenanya, mereka mulai melonggarkan pembatasan dan membuka negara itu pada November.

Namun, oleh ahli, langkah itu dikritisi lantaran pemerintah Korsel dianggap lupa jika kekebalan yang ditawarkan vaksin bisa berkurang, terutama pada lansia.  

“Kami mencabut banyak pembatasan, termasuk mengizinkan kunjungan ke fasilitas perawatan jangka panjang, rumah sakit pemulihan, dan panti jompo. Sayangnya, kami tidak memperhitungkan jumlah penurunan kekebalan yang terjadi, terutama pada orang yang usianya lebih tua dari 60 tahun.

"Dengan pembatasan yang dicabut itu, ada peningkatan penularan komunitas, seperti yang kami prediksi. Sayangnya, ada juga lonjakan besar dalam terobosan infeksi, terutama pada orang berusia 60 tahun ke atas. Dan itulah yang menyebabkan peningkatan besar dalam jumlah penerimaan pasien rumah sakit," ungkap Dr Alice Tan, dari Rumah Sakit Wanita MizMedi di Seoul.

Dalam upaya untuk menahan penyebaran virus, pejabat kesehatan kemudian memberlakukan kembali beberapa pembatasan mulai Senin (6/12). Diantara pembatasan yang dimaksud termasuk melarang pertemuan sosial pribadi dengan tujuh orang atau lebih di wilayah Seoul dan mengharuskan orang dewasa untuk memverifikasi status vaksinasi mereka di restoran, bioskop, museum, dan tempat-tempat indoor lainnya. .

Selain itu, Korsel juga telah memperketat perbatasannya untuk menangkis varian baru Omicron.  Hal itu diterapkan terutama sejak mereka mengidentifikasi kasus pertamanya pekan lalu, yang beberapa diantara kasus terkait dengan kedatangan dari Nigeria.

Pada Rabu (8/12) KDCA menambahkan dua kasus Omicron baru, menjadikan total jumlah kasus Omicron menjadi 38.

Munculnya Omicron memang berhasil memicu alarm global dan mendorong pemerintah di seluruh dunia untuk memperketat perbatasan mereka. Organisasi Kesehatan Dunia hingga ilmuwan AS, sementara itu, telah mengatakan bahwa varian itu tampaknya tidak lebih buruk daripada strain virus Covid-19 lainnya. []