News

Infeksi Corona Global Meroket, Arab Saudi Pertimbangkan Larang Jemaah Haji Luar Negeri

Adapun penyebab pertimbangan karena kemunculan infeksi varian baru serta infeksi COVID-19 global yang semakin naik


Infeksi Corona Global Meroket, Arab Saudi Pertimbangkan Larang Jemaah Haji Luar Negeri
Dalam foto 13 April 2020 ini, jemaah berdoa di sekitar Ka'bah selama salat subuh pertama bulan suci Ramadhan dengan menerapkan jarak sosial COVID-19 (AP via Malaysia Today)

AKURAT.CO, Arab Saudi disebut-sebut sedang mempertimbangkan untuk kembali melarang jemaah luar negeri untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini. Adapun penyebab pertimbangan karena kemunculan infeksi varian baru serta infeksi COVID-19 global yang semakin naik.

Dua sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada Reuters bahwa larangan akan berlaku bagi setiap warga asing yang ingin datang ke Mekkah pada musim haji.

Sementara untuk warga atau penduduk Arab Saudi, mereka harus sudah divaksin atau sembuh dari COVID-19 setidaknya 6 bulan sebelum ibadah haji.

Sumber kedua menambahkan bahwa pada awalnya, Kerajaan sebenarnya ingin mengizinkan sejumlah jemaah luar negeri untuk datang ke Mekkah dan menunaikan haji. Disebutkan pula bagaimana dalam rencananya itu, para jemaah luar negeri harus sudah divaksin. 

Namun, karena adanya varian virus baru dan banyaknya jenis vaksin dengan tingkat kemanjurannya yang berbeda, Arab Saudi jadi bingung. Hal inilah yang pada akhirnya mendorong para pejabat untuk kembali mempertimbangkan larangan haji bagi jemaah luar negeri.

Sementara diskusi tentang kemungkinan larangan telah terjadi, belum ada keputusan akhir apakah akan melanjutkannya, kata sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Kantor media pemerintah belum menanggapi permintaan komentar. 

Setidaknya 2,5 juta jemaah akan memadati Mekkah untuk melaksanakan berbagai ritual ibadah haji atau umrah. Karena ibadah inilah, setiap tahunnya, Arab Saudi bisa memperoleh pendapatan hingga mencapai sekitar USD12 miliar (Rp 171,3 triliun). 

Namun, karena pandemi COVID-19, mulai tahun lalu, Arab Saudi melarang orang asing menunaikan ibadah tersebut. Larangan itu pun tercatat menjadi yang pertama dalam sejarah modern Kerajaan.

Padahal, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) sempat menargetkan peningkatan jumlah jemaah umrah dan haji masing-masing menjadi 15 juta dan 5 juta pada tahun 2020. Tak hanya itu, dalam rencana reformasi ekonominya, MbS juga sempat berambisi menggandakan jumlah umrah menjadi 30 juta jemaah.

Infeksi global COVID-19 masih meningkat setidaknya di 35 negara di dunia. Jumlah total infeksi secara keseluruhan pun kini mencapai lebih dari 156,6 juta kasus. Sementara jumlah kematian global merangkak hingga 3.269.340, menurut pantauan terkini dari Worldometers.[]