Lifestyle

Infeksi Cacar Monyet Pada Anak-anak, Kenali Gejala dari Hari ke Hari

WHO sedang menyelidiki laporan infeksi cacar monyet pada anak-anak


Infeksi Cacar Monyet Pada Anak-anak, Kenali Gejala dari Hari ke Hari
Ilustrasi cacar monyet - WHO sedang menyelidiki laporan infeksi cacar monyet pada anak-anak (Freepik/stefamerpik)

AKURAT.CO Monkeypox atau cacar monyet kini telah diidentifikasi di lebih dari 50 negara baru di luar negara-negara di Afrika yang endemik.

Awalnya cacar monyet ditemukan pada orang dewasa, dengan mayoritas pasangan sesama laki-laki.

Meski begitu, cacar monyet dapat menginfeksi siapa saja.

baca juga:

Terbaru, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan pihaknya sedang menyelidiki laporan infeksi cacar monyet pada anak-anak, termasuk dua kasus di Inggris, serta Spanyol dan Prancis.

Tak satu pun dari kasus pada anak-anak yang parah.

"Saya khawatir tentang penularan yang berkelanjutan ini karena virus telah berkembang dan menunjukkan dirinya dapat berpindah ke kelompok berisiko tinggi," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus  dalam briefing online dari Jenewa, dikutip AKURAT.CO pada Jumat (1/7/2022).

"Saat ini kami mulai melihat beberapa anak sudah terinfeksi (cacar monyet)," lanjut Tedros.

Meskipun masih dalam penyelidikan dan  infeksi cacar monyet belum ditetapkan sebagai masalah kesehatan darurat, para orang tua tetap harus waspada.

Jika ada anggota keluarga yang mengalami ruam baru, terlihat seperti jerawat/lepuh, atau memiliki kemungkinan gejala cacar monyet lainnya, hubungi dokter.

Masa inkubasi cacar monyet lima sampai 13 hari atau lima sampai 21 hari. Ada dua periode, pertama masa invasi, terjadi 0 sampai 5 hari terjadi demam tinggi, sakit kepala yang berat, dan ada benjolan atau pembesaran kelenjar limfa di leher, kemudian di ketiak, atau selangkangan.

Penderita juga akan merasakan gejala myalgia atau nyeri otot selain itu juga astenia atau badan lemas.

Kedua, masa erupsi, terjadi satu sampai tiga hari pasca demam, terjadi ruam pada kulit. Ruam paling banyak terjadi pada wajah, yaitu sekitar 95 persen, kemudian telapak tangan dan kaki (75 persen), mukosa (70 persen), alat kelamin (30 persen), serta selaput lendir mata (20 persen).

“Cacar monyet ini bisa sembuh sendiri setelah 2-4 minggu pasca masa inkubasinya selesai. Penyakit ini akan sembuh sendiri tidak terlalu berat. Dari negara-negara yang melaporkan kasus monkeypox hanya sekitar 10 persen pasien dirawat di rumah sakit,” ucap Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH dalam kesempatan yang berbeda. 

Sekedar informasi, pekan lalu, WHO memutuskan bahwa wabah itu belum mewakili keadaan darurat kesehatan masyarakat secara global.

Namun, Tedros mengatakan WHO sedang melacak wabah dengan cermat dan akan memanggil kembali komite sesegera mungkin untuk menilai penyebaran cacar monyet ini.

Selain itu, WHO juga sedang mengerjakan mekanisme untuk mendistribusikan vaksin secara lebih adil, setelah negara-negara termasuk Inggris dan Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka bersedia membagikan stok vaksin cacar, yang juga melindungi dari cacar monyet.[]