News

INES: Rusman Ali-Yuslanik Pasangan Cocok Pimpin Kabupaten Kubu Raya


INES: Rusman Ali-Yuslanik Pasangan Cocok Pimpin Kabupaten Kubu Raya
Ilustrasi Pilkada Serentak 2018 (Lukman Hakim Naba)

AKURAT.CO, Menjelang Pilkada serentak pada 2018 mendatang, Lembaga survei Indonesia Network Election Survey (INES) menggelar survei untuk mencari siapa tokoh yang layak memimpin Kabupaten Kubu Raya.  

Survei ini dilakukan dengan wawancara tatap muka di lapangan terhadap 939 responden, dengan menggunakan metode multistage random sampling. Serta dengan margin error kurang lebih 3,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam survei yang berlangsung sejak tanggal 5 sampai 18 September 2017 itu, Rusman Ali dan Muda Mahendrawan muncul sebagai tokoh teratas dalam hal popularitas, akseptabilitas, kapabilitas maupun elektabilitas. 

Hasil survei terkait tingkat popularitas, Rusman Ali mendapat sebesar 73,2 persen sedangkan Muda Mahendrawan 73,1 persen. Kemudian akseptabilitas, Muda Mahendrawan unggul 69,3 persen dan Rusman Ali 68,2 persen.

Sementara kapabilitas Rusman Ali 73,2 persen dan Muda Mahendrawan 74,2 persen. Mengejutkan tingkat elektabilitas Rusman Ali 23,8 persen tidak terpaut jauh dengan Muda Mahendrawan 23,6 persen.

Secara umum, hal ini menunjukkan bahwa Rusman yang petahana bisa dibilang masih unggul. Namun kemenangan itu rawan disalip. Ini juga dapat membahayakan Rusman Ali, sebab angka persentase keduanya tidak terpaut jauh. 

“Sebab Muda Mahendrawan sudah jalan duluan apalagi didukung dari partai yang mengusungnya,” kata Direktur Eksekutif INES, Arifin Nur Cahyono dalam keterangan yang diterima wartawan, Kamis (28/9).

Menurutnya, kemenangan Rusman Ali akan sangat ditentukan oleh siapa pasangannya sebagai calon wakil bupati nanti. 

"Sosok calon yang tepat diharapkan bisa mendongkrak lebih jauh suara agar semua lawan tertinggal jauh," tandasnya. 

Arifin menjelaskan, INES juga telah mensurvei siapa sosok yang pantas sebagai Wakil Bupati di Kabupaten tersebut. Hasilnya, Wakil Ketua DPRD Kubu Raya, Yuslanik lah yang layak menempati urutan teratas.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Yuslanik sendiri mengaku terkejut saat mengetahui namanya menempati posisi rating teratas sebagai bakal calon wakil bupati Kubu Raya berdasarkan hasil survei INES.

Yuslanik mengatakan munculnya penilaian itu seiring populernya Partai Gerindra tempat dirinya berpolitik sebagai perahu untuk duduk sebagai wakil rakyat di lembaga DPRD Kubu Raya saat ini.

“Selama tujuh tahun ini saya memang sering turun bersama Partai Gerindra untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat yang selama ini tersumbat. Mungkin tanpa saya sadari disitu masyarakat memiliki penilaian tersendiri terhadap saya,” ungkapnya.

Maka dari itu ia menilai hal itu dimungkinkan adanya kepercayaan masyarakat terhadap Partai Gerindra yang berimbas terhadap dirinya.

“Kebetulan saya di Komisi IV DPRD Kubu Raya di bidang pendidikan atau kesehatan. Banyak hal yang disampaikan masyarakat terhadap dua sektor itu yang harus diperjuangkan,” ujarnya.

Akan tetapi, Yuslanik akui memang dirinya tidak mengikuti proses pendaftaran sebagai mekanisme partai. 

"Namun beberapa waktu lalu DPP memang telah memberikan sinyal agar kader Partai Gerindra harus dapat mengambil bagian sebagai calon wakil bupati," kata Yuslanik. 

Diketahui, tingkat popularitas Yuslanik berdasarkan hasil survei INES, mencapai 54,3 persen. Tingkat akseptabilitasnya 64,3 persen, tingkat kapabilitas 66,3 persen dan tingkat elektabilitas 22,3 persen.

“Karena saya kader partai, maka harus siap diperintahkan oleh partai meskipun dengan konsekuensi politik saya sebagai anggota DPRD Kubu Raya yang harus mundur,” tegasnya.[]