Ekonomi

Industri Non Migas Penggerak Utama Pertumbuhan Ekonomi, Kontribusinya 'Gede Banget'

industri pengelolaan non migas menjadi kontributor utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulam II, 2021.


Industri Non Migas Penggerak Utama Pertumbuhan Ekonomi, Kontribusinya 'Gede Banget'
Ilustrasi - Industri Manufaktur (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO  Menteri perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan sektor industri pengelolaan non migas menjadi kontributor utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II, 2021.

Adapun kontribusi sekor industri non migas sebesar 17,34 persen. Secara untuk keseluruhan industri menyumbang hingga 1,35 persen untuk PDB nasional pada kuartal II.

"Data menunjukkan bahwa pada pertumbuhan kuartal II, 2021 ini kontributor utama pertumbuhan adalah dari sektor industri non migas," kata Menperin Agus Gumiwang saat  konferensi pers Pertumbuhan Ekonomi secara virtual, Kamis (5/8/2021).

Agus memaparkan kinerja pembangunan sektor industri pada kuartal II, 2021 mengalami kenaikan, yakni sebesar 6,91 persen sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7,07 persen.

Untuk industri yang tumbuh terbesar secara year on year (yoy) adalah Industri alat angkutan sebesar 45,70 persen, diikuti Industri logam dasar sebesar 18,03 persen, dan Industri mesin dan perlengkapan sebesar 16,35 persen.

"Pada semester I 2021 industri mampu tumbuh sebesar 2,98 persen," ujar Menperin.

Agus mencatat industri dengan pertumbuhan terbesar selama semester I, 2021 adalah industri logam dasar sebesar 12,66 persen, diikuti Industri alat angkutan sebesar 10,84 persen, dan industri kimia, farmasi, dan obat tradisional sebesar 10,29 persen.

Sedangkan secara q to q industri pengolahan nonmigas mampu tumbuh sebesar 0,99 persen, yang diikuti oleh industri barang logam sebesar 4,27 persen, industri makanan dan minuman sebesar 2,37 persen, dan industri alat angkutan sebesar 2,18 persen.

Kemudian  kontribusi ekspor sektor industri terhadap ekspor nasional pada Januari-Juni 2021 tercatat sebesar 78,80 persen atau senilai US$81,06 miliar, di mana total ekspor nasional US$102,87 miliar dengan  neraca surplus sebesar US$8,22 miliar.