Ekonomi

Industri Mamin Diminta Jaga Produktivitas Demi Penuhi Kebutuhan Masyarakat


Industri Mamin Diminta Jaga Produktivitas Demi Penuhi Kebutuhan Masyarakat
Ilustrasi Produksi dan pengepakan minuman kemasan di pabrik (ECOPOXY.COM)

AKURAT.CO Produktivitas hingga distribusi sektor industri makanan dan minuman (mamin) di dalam negeri terus dijaga. Upaya ini agar pasokan pangan bagi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

“Misalnya, demand susu yang cukup naik, karena termasuk untuk meningkatkan imun,” ungkap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi kepada pelaku industri mamin di dalam negeri yang tetap semangat memacu produktivitasnya di tengah kondisi tekanan ekonomi global sampai pada dampak dari pandemi Covid-19. “Kami aktif melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan untuk menjaga ketersediaan bahan baku bagi industri mamin,” tutur Agus.

Selanjutnya, Kemenperin siap mendengar masukan dari para pelaku industri mamin di tanah air demi kemajuan sektor strategis tersebut. “Kemarin, kami telah melakukan video conference dengan sejumlah pelaku industri mamin, termasuk dengan pengurus Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI),” imbuhnya.

Menperin optimistis, industri mamin masih memberikan kontribusi yang signfikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini. “Kami juga tetap memprioritaskan pengembangan industri mamin yang tergolong sektor industri kecil dan menengah (IKM),” ujarnya.

Kemenperin mencatat, sepanjang tahun 2019, industri mamin tumbuh sebesar 7,78 persen atau melampaui pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,02 persen.

Selain itu, industri mamin memberikan sumbangsih paling besar terhadap nilai ekspor nasional, dengan menembus angka US$27,28 miliar. Berikutnya, industri mamin menyetor nilai investasi hingga Rp54 triliun.

“Aktivitas industri mamin juga memberikan multiplier effect yang luas, termasuk kepada para petani dan perternak kita,” jelas Menperin.

Bahkan, industri mamin menyerap paling banyak tenaga kerja di sektor manufaktur dengan jumlah 4,74 juta orang hingga Agustus 2019.

Pemerintah telah menetapkan industri mamin sebagai salah satu sektor pionir dalam upaya menerapkan teknologi industri 4.0. Hal ini sesuai dengan arah peta jalan Making Indonesia 4.0. “Maka itu, kami terus mendorong industri mamin bisa berinovasi agar semakin kompetitif, baik di kancah domestik maupun global,” pungkasnya. []

Denny Iswanto

https://akurat.co