News

Industri Kayu di Sulsel Anjlok Akibat Pandemi

Pandemi COVID-19 berdampak pada anjloknya industri kayu/kehutanan di Sulawesi Selatan dengan berkurangnya pendapatan industri kayu antara 30 sampai 70 persen.


Industri Kayu di Sulsel Anjlok Akibat Pandemi
Pekerja mencatat ukuran kubik kayu jati di sentra kayu Klender, Jakarta, Selasa (27/11/2018). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan, ekspor produk kayu pada meningkat menjadi US$ 11,07 miliar dari tahun sebelumnya 2017 sekitar US$ 10,75 miliar dan akan ditargetkan pada akhir tahun mencapai US$ 12 miliar. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Pandemi COVID-19 berdampak pada anjloknya industri kayu/kehutanan di Sulawesi Selatan dengan berkurangnya pendapatan industri kayu antara 30 sampai 70 persen.

"Sementara di sisi lain dari hasil.pantauan di lapangan, pembalakan liar di Sulsel justru meningkat di masa pandemi," kata Direktur Eksekutif JURnaL Celebes Mustam Arif di Makassar, Jumat (30/04/2021).

Dia mengatakan, dari hasil pemantauan ditemukan kejahatan pembalakan liar (illegal logging) naik 70 persen sejak wabah corona mulai awal 2020 hingga awal 2021.

Dia mengatakan, pada tahap pertama hasil pemantauan telah dipresentasikan pada Januari 2021. Kegiatan tersebut didukung Badan Dunia Pangan dan Pertanian PBB dan Uni Eropa lewat Program FAO-EU FLEGT.

Melalui program ni, lanjut Mustam, JURnaL Celebes menemukan terjadi peningkatan kejahatan pembalakan liar cukup signifikan di Sulsel pada masa pandemi.

Sementara pada tahap kedua, pemantauan dari Februari sampai April 2021 yang fokus pada industri kayu, JURnaL Celebes menemukan industri kayu, terutama industri kecil menerima dampak pandemi cukup signifikan.

JURnaL Celebes menilai kondisi ini menimbulkan problem yang dilematis yang bisa menimbulkan anomali dalam tata kelola kehutanan berkelanjutan dan pengembangan idustri di bidang kehutanan.

Industri kayu atau usaha di 9 kehutanan anjlok, sebabnya antara lain kekurangan bahan baku permintaan pembeli yang menurun. Sebaliknya, kejahatan pembalakan liar meningkat kemungkinan memanfaatkan pembatasan kegiatan pemantauan aparat di masa pandemi, terkait kebijakan pembatasan aktivitas.[]

Sumber: Antara

Arief Munandar

https://akurat.co