Olahraga

Indra Sjafri: Sepakbola Indonesia Harus Tetap Jalan

Piala Menpora 2021 dikhawatirkan malah menjadi klaster baru penyebaran COVID-19.


Indra Sjafri: Sepakbola Indonesia Harus Tetap Jalan
Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, saat masih menangani Timnas Indonesia U-23 (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan bahwa ajang pramusim Piala Menpora 2021 seharusnya tidak digelar. Ia khawatir ajang tersebut malah menjadi klaster baru penyebaran virus corona (COVID-19).

Padahal dalam liga-liga dunia manapun, tidak pernah ada kluster sepakbola. Yang ada ialah, beberapa pemain terkena COVID-19 karena aktivitas mereka di luar lapangan.

Menanggapi penyataan tersebut, Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri menegaskan bahwa kompetisi sepakbola harus segera bergulir. Terlebih banyak kehidupan yang bergantung pada bergulirnya ajang sepakbola.

"Sepakbola Indonesia harus tetap berjalan. Diawali dengan laga uji coba timnas Indonesia denga Tira Persikabo. Laga tersebut kami pastikan berjalan dengan protokol kesehatan yang ketat," kata Indra Sjafri dikutip Akurat.co dari laman resmi PSSI.

"Turnamen Piala Menpora 2021 dan kompetisi Liga 1 dan 2 juga akan berjalan. Karena dengan adanya kompetisi, pembinaan akan terjadi, dan muaranya ke timnas Indonesia. Selain itu, banyak orang yang menggantungkan rezeki di sektor sepakbola."

Menurut Indra Sjafri, jika Piala Menpora, Liga 1 dan 2 tidak bergulir, maka para pemain, pelatih, wasit, dan ofisial tim akan kehilangan pendapatan. Bahkan pemain dan pelatih juga akan kehilangan sentuhan teknis mereka.

Hal tersebut menurut Indra bahkan lebih buruk pengaruhnya ketimbang mendapatkan sanksi FIFA seperti yang dialami pada tahun 2015 silam. Padahal saat itu PSSI bisa membuat turnamen seperti Piala Bhayangkara, Piala Presiden, dan Piala Sudirman.

"Tetapi, itu tidak cukup. Itu sebabnya kompetisi harus berjalan," Indra menuntaskan.[]

Dian Eko Prasetio

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu