Entertainment

Indra Kenz Klaim Tak Miliki Niat Untuk Lakukan Penipuan

Indra Kenz sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka sejak Kamis (24/2) lalu.


Indra Kenz Klaim Tak Miliki Niat Untuk Lakukan Penipuan
Tersangka kasus penipuan investasi Binomo Indra Kenz dihadirkan Kepolisian saat rilis di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (25/3/2022). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Crazy rich asal Medan, Indra Kenz yang kini menjadi tersangka atas kasus dugaan penipuan via aplikasi Binomo kembali mengutarakan bahwa dirinya tak miliki niat untuk menipu.Hal itu disampaikan saat dirinya berada di Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan untuk diserahkan menyusul berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P21.

"Seperti yang saya sampaikan dalam surat terbuka saya sekali lagi saya tidak punya niat membohongi, menipu, atau merugikan orang lain," ujar Indra di Kejari Tangsel, Jumat (24/6).

Namun dirinya tetap menyampaikan permohonan maafnya kepada para korban yang sudah merugi atas tindakannya.

baca juga:

"Tapi terlepas apa yang sudah terjadi saya minta maaf dan prihatin kepada orang-orang yang dirugikan, semoga semua berjalan lancar," tuturnya.

Pada hari Jum'at kemarin,  penyidik Bareskrim Polri melakukan pelimpahan tahap II, yakni penyerahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan.

Kanit 5 Subdit II Perbankan Dittipideksus Bareskrim Polri, Kompol Karta mengatakan, pelimpahan itu setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21.

"Lanjutan hari ini dari tim penyidik Subdit Perbankan Unit 5 melimpahkan berkas perkara atas nama tersangka Indra Kenz yang sudah P21 kemarin dan sekarang tahap II di Kejari Tangsel," kata Karta di Kejari Tangsel.

Selain itu, diserahkan juga sejumlah bukti yang sudah disita oleh tim penyidik sebelumnya.

"Ada jam tangan mewah 12 unit yang harganya Rp 24 miliar Richard Mille, Rolex dan lainnya. Kemudian sertifikat tanah di Medan dan Deli Serdang, dan uang sekitar Rp 5,3 miliar yang kita transfer dari nomor rekening penampungan Bareskrim ke Kejari Tangsel," jelas Karta.

Indra Kenz dijerat Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang (UU) RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 27 ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).[]