Entertainment

Indra Bekti Klarifikasi Terkait Tuduhan Terlibat Kasus Investasi Bodong Aplikasi Triumph

Indra Bekti diduga terlibat dalam investasi bodong usai aplikasi Triumph


Indra Bekti Klarifikasi Terkait Tuduhan Terlibat Kasus Investasi Bodong Aplikasi Triumph
Pewara Indra Bekti saat dijumpai di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) di kawasan Percetakan Negara, Jakarta, Sabtu (12/9/2020). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Setelah namanya ramai dituding terlibat dalam investasi bodong di aplikasi Triumph, presenter Indra Bekti akhirnya buka suara. Indra Bekti membenarkan bahwa dirinya pernah bekerjasama dengan di platform tersebut.

"Saya memang mendapatkan kerjasama dengan aplikasi Triumph. Saya sudah kenal lama dengan pemiliknya, dan beliau mengajak saya kerja sama," ujar Indra Bekti, dalam video yang beredar di grup WhatsApp awak media, Minggu (27/3) malam.

Sebelum menerima kerjasama itu, Indra Bekti mengatakan bahwa pemilik aplikasi juga sempat menjabarkan proses kerja platform Triumph. Setelah memahami, lelaki yang akrab disapa Inbek itu kemudian memantapkan diri untuk menerima tawaran kerjasama tersebut.

baca juga:

"Beliau (pemilik) sempat menjelaskan mengenai platform-nya, dan ternyata ini sebuah peluang. Makanya saya tertarik untuk bisa mencoba crypto currency, seperti itu sih," jelas Indra Bekti.

Berkaitan dengan kerjasama yang dimaksudkan itu, Indra mengaku hanya terlibat sebagai brand ambassador. Kendati demikian, dirinya bukanlah afiliator dari platform Triumph.

"Jadi saya diajak bekerjasama untuk menjadi brand ambassador. Saya pun dibayar pakai koin dari Triumph itu. Intinya saya hanya brand ambassador dan bukan afiliator," ungkapnya.

Indra Bekti menegaskan dirinya bekerja secara profesional ketika ditunjuk sebagai brand ambassador. Indra Bekti juga memastikan bahwa dirinya sama sekali tidak ada hubungannya dengan orang-orang yang ingin bergabung di aplikasi Triumph.

Selain itu, ia juga menyampaikan kalau dirinya tidak menerima keuntungan sedikitpun dari orang-orang yang telah bergabung di aplikasi Triumph. Intinya, Indra Bekti hanya dipercaya untuk menjadi brand ambassador oleh pemilik aplikasi.

"Jadi intinya saya bekerja profesional dan saya tidak ada hubungan apa pun dengan mereka yang ingin bergabung ke Triumph. Saya juga tidak menerima sepeser pun keuntungan dari mereka. Saya tidak menerima uang dari member-member itu," tegasnya.

"Mungkin sekarang lagi ada masalah dari beberapa member. Saya sudah dengar bahwa ada keterangan dari lawyer mereka, mungkin sudah ada penjelasannya. Intinya dari pihak member kalau ingin menghubungi pihak Triumph, silakan," lanjutnya.

Pemilik aplikasi hingga saat ini masih membuka jalur komunikasi jika ada member-member yang merasa dirugikan. Sejalan dengan itu, Indra menginformasikan kepada mereka untuk segera menghubungi pihak Triumph.

"Pihak Triumph sendiri masih bisa dihubungi. Saya juga sempat bertanya langsung, ini seperti apa kasusnya? Saya telepon dan mereka menjelaskan duduk perkaranya seperti apa. Jadi silakan saja member yang sudah melaporkan pihak Triumph untuk menghubungi mereka, karena pasti ada jalan keluarnya," tukasnya.

Sebagai informasi, Nama Indra Bekti diduga terlibat dalam investasi bodong usai aplikasi Triumph dilaporkan ke Bareskrim Polri pada 25 Maret 2022 atas dugaan investasi bodong. Oleh perwakilan korban, Indra Bekti disebut ikut mempromosikan kegiatan investasi di aplikasi Triumph sebagai brand ambassador.[]