News

Indonesia Punya Peran Penting di Dunia dengan Gagasan Moderasi Islam

Islam adalah agama humanistik


Indonesia Punya Peran Penting di Dunia dengan Gagasan Moderasi Islam
Bincang Hikmah Akurat.co

AKURAT.CO, Dekan FUAD IAIN Palu Lukman S Thahir menyampaikan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam memainkan pengaruhnya untuk meredam ketegangan relasi kebudayaan antar dunia internasional. Sebab Islam adalah agama humanistik.

Menurut Lukman, Islam di Indonesia disebut agama yang moderat. Dimana pengikutnya telah membuktikan hidup berdampingan dengan agama lain. Mereka memiliki pikiran terbuka dan percaya bahwa demokrasi adalah sistem politik yang alami. Dan HAM termasuk hak kesamaan wanita dianggap bagian penting dalam pembelajaran Islam.

"Indonesia populasinya Muslim terbesar di dunia. Kedua, mainstream pemikirannya yang wasyatiyyah atau moderasi, ini yang Indonesia nanti akan memainkan peran yang sangat luar biasa di dunia," kata Lukman dalam Bincang Hikmah yang digelar secara virtual, Kamis (29/4/2021).

Bincang Hikmah diselenggarakan atas kerjasama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Palu dan Perkumpulan Pengembangan Masyarakat Islam (P2MI) bersama AKURAT.CO dengan tema: Kosmopolitanisme Peradaban Islam Di Indonesia Sebagai Pondasi Moderasi Beragama.

Namun menurut Lukman, beberapa tahun terakhir wajah Islam di Indonesia menjadi radikal khususnya di akhir rezim Soeharto. Kelompok-kelompok radikal dan ekstrem bermunculan.

"Pertanyaan peneliti, apakah gerakan seperti Laskar Jihad dan FPI akan mengembalikan ke versi yang radikal. Di sisi lain kemana NU dan Muhammadiyah saat itu sebagai organisasi yang mengawal moderasi Islam," tutur Lukman.

"Dua organisasi seperti tidur dalam mimpi saat rezim Soeharto itu jatuh. Dua organisasi ini stagnan, Lalu belakangan tersadarkan dari mimpi buruk. Dan membangun dengan Islam Nusantara dan Islam Kemajuan yang bangun Muhammadiyah," sambungnya.

Kata Lukman, munculnya gagasan moderasi beragama dalam wacana keindonesiaan bukan dari ruang hampa. Ide ini lahir atas respon persoalan kehidupan. Pertama, stigmatiasi negatif dunia barat terhadap Islam sebagai agama kekerasan. 

"Hubungan Barat dan Dunia Islam maupun Muslim dan non Muslim merupakan hubungan ketegangan yang sebagian didasari stigma negatif pada berbagai pemberitaan media. Sperti orang Islam fanatik, primitif, dan suka berperang," kata Lukman. 

Kedua terjadinya distorsi kekuasaan politik Islam Timteng dan ketiga masalah plarisasi pemikiran Islam di Indonesia.

Lebih jauh Lukman mengatakan, bahwa moderasi Islam adalah model beragama dengan ilmu yang dilandaskan pada falsafah bukan nafsu. Seseorang yang mengikuti hawa nafsu adalah yang mengikuti perkataan yang dia suka dan menolak perkataan yang dibenci tanda dasar ilmu.

"Moderasi Islam adalah Islam Nurani bukan Islam Zhumalni. Nuarani adalah inti dari kedalaman diri manusia yang paling rahasia. Ibarat dalam sebuah kotak yang suci, hanya suara Tuhan yang menggema dalam batinnya," tandas Lukman. []

Erizky Bagus

https://akurat.co