Tech

Indonesia Masuki Era Industri Kendaraan Listrik, Kemenperin Terapkan Peta Jalan Pengembangan KBLBB

Bangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.


Indonesia Masuki Era Industri Kendaraan Listrik, Kemenperin Terapkan Peta Jalan Pengembangan KBLBB
Mobil listrik. (Wuling.id)

AKURAT.CO Saat ini Indonesia tengah bersiap untuk memasuki era industri kendaraan listrik dengan menyiapkan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Melalui Peraturan Kementerian Perindustrian Nomor 27 dan Nomor 28 Tahun 2020, Kemenperin memberikan petunjuk bagi para stakeholder industri otomotif tentang strategi, kebijakan dan program dalam rangka mencapai target Indonesia sebagai basis produksi dan hub ekspor kendaraan listrik.

"Kemenperin menyusun skema importasi KBLBB dalam Keadaan Terurai Lengkap dan Keadaan Terurai Tidak Lengkap sebagai bagian tahap pengembangan industrialisasi KBLBB di Indonesia. Berdasarkan Peta Jalan Pengembangan KBLBB, pengembangan industri diawali melalui skema Completely Knock Down (CKD) sampai dengan tahun 2024. Dilanjutkan dengan Incompletely Knock Down (IKD), dan Importasi secara part by part," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melalui keterangan resminya di laman Kemenperin.

Skema tersebut ditujukan untuk memperoleh nilai tambah berupa peningkatan nilai TKDN melalui pendalaman manufaktur secara bertahap hingga tahun 2030. Menurut Agus Gumiwang, pendalaman manufaktur ini direncanakan untuk bisa melibatkan sebanyak-banyaknya pelaku industri komponen lokal pada proses bisnis pembuatan ekosistem industri kendaraan listrik.

Kemenperin juga mengatakan bahwa industri kendaraan listrik di Indonesia harus memperhatikan pengembangan Industri komponen. Pasalnya, sejumlah 1.550 perusahaan industri komponen yang terbagi dalam tiga tier, selama ini menjadi pemasok utama komponen kendaraan Internal Combustion Engine (ICE). Sebagian besar di antaranya (anggota tier-2 dan tier-3) merupakan industri kecil dan menengah. 

"Proses transisi industrialisasi dari kendaraan konvensional dan kendaraan listrik harus dapat semaksimal mungkin melibatkan sektor IKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional," ungkap Agus Gumiwang. 

Di dalam peta jalan KBLBB, juga terdapat panduan penguasaan komponen utama kendaraan bermotor. Diantaranya, baterai, motor listrik, dan konverter. Dalam kerangka tersebut, Kemenperin juga memacu pengembangan industri baterai dari mulai proses perakitannya sampai dengan daur ulang baterai. Dengan demikian Indonesia bisa memiliki industri baterai terintegrasi dan siap untuk mendukung ekosistem industri mobil berbasis listrik. Tak hanya itu, Kemenperin menargetkan produksi mobil listrik dan bis listrik pada tahun 2030 mencapai 600 ribu unit. 

"Angka tersebut diproyeksikan dapat mengurangi konsumsi BBM sebesar 7,5 juta Barrel dan menurunkan emisi CO2 sebanyak 2,7 juta Ton. Selaras dengan komitmen pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% pada tahun 2030," ungkap Agus Gumiwang.