Ekonomi

Indonesia Masuk Kategori Negara Miskin di Dunia, Rocky Gerung Singgung Quote Legend Jokowi 'Ekonomi Meroket': Sudah 7 Tahun Nyungsep!

Indonesia Masuk Kategori Negara Miskin di Dunia, Rocky Gerung Singgung Quote Legend Jokowi 'Ekonomi Meroket': Sudah 7 Tahun Nyungsep!
Pakar Filsafat Rocky Gerung saat menjadi pembicara dalam Dialog Kebangsaan di Lobby Gedung DPD, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (7/7/2022). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Pemerintah yang 7 tahun terakhir dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama ini menyampaikan ekonomi Indonesia stabil bahkan membaik, namun beberapa review atau penialian eksternal berkata lain.

Mengutip laman CNN Indonesia, Beberapa ulasan kurang baik menyebut bahwa Indonesia masuk negara termiskin di dunia diukur dari Gross National Income (GNI) atau pendapatan nasional bruto per kapita. Mengutip laman , Indonesia masuk dalam urutan ke-73 negara miskin, sedangkan laman Indonesia berada di urutan ke-91.

Kondisi ini ditanggapi sejumlah pihak salah satunya oleh pengamat politik Rocky Gerung. Rocky menyinggung soal "quote" Jokowi yang dulu diucapkan mengenai perekonomian Indonesia yakni "Ekonomi Meroket".

baca juga:

"Jadi itu paradoksnya, Pak Jokowi memimpin 7 tahun dengan tema ekonomi meroket akhirnya setelah 7 tahun nyungsep betul," jelas Rocky melalui kanal YouTube Rocky Gerung Official yang juga bersama Hersubeno Arief dari Forum News Network (FNN), dikutip Minggu (2/10/22).

Menurut Rocky, ulasan tersebut bukanlah hal yang bisa dianggap sepele karena menyangkut hal fundamental bagi sebuah negara.

Karenanya Rocky mempertanyakan selama 7 tahun menjabat apa yang telah Jokowi kerjakan dengan semua narasi yang disampaikan pemerintah.

"Masalah ini betul-betul masalah fundamental buat kita, jadi gunanya apa Pak Jokowi 7 tahun dan nggak menghasilkan apa-apa?" ujar Rocky.

Rocky juga menilai masalah ini akan berdampak pada generasi selanjutnya terkait bonus demografi.

"Tamparan bukan sekadar pada bangsa ini tapi juga pada generasi ke depan yang berharap Indonesia punya bonus Demografi. Jadi semua kemewahan kita untuk melihat bonus demografi, Ibu Kota baru segala macam itu dipukul satu kali oleh data tadi dan kita tahu kita betul-betul buruk," jelasnya.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi