Ekonomi

Indonesia Kantongi Komitmen Investasi 'Raksasa' dari Qatar, Millenial : yang Penting Realisasinya

Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo mengantongi komitmen investasi senilai USD 32,7 miliar atau Rp 468,3 triliun dalam kunjungan ke UEA.


Indonesia Kantongi Komitmen Investasi 'Raksasa' dari Qatar, Millenial : yang Penting Realisasinya
Ilustrasi - Hubungan Dagang Antar Negara (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo mengantongi komitmen investasi senilai USD 32,7 miliar atau Rp 468,3 triliun dalam kunjungan ke Uni Emirat Arab (UEA).

Dimana hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam keterangan pers secara virtual melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/11/2021) lalu.

"Selama kunjungan ini terdapat komitmen bisnis dan investasi senilai USD 32,7 miliar dari 19 perjanjian kerja sama yang akan dipertukarkan besok di Dubai," ucap Menlu.

baca juga:

Mengacu kepada kabar bagus tersebut tak sedikit para generasi muda atau Milenial melihat adanya kemajuan dalam upaya menarik investasi luar di Indonesia.

Salah satunya adalah Wahyu, menyampaikan bahwasanya dengan hadirnya Investasi luar ke Indonesia tentunya akan menjadi momentum kebangkitan ekonomi pasca diterjang badai pandemi Covid 19.

"Tentu ini merupakan hal yang sangat bagus, soalnya melihat satu tahun yang lalu di tengah pandemi, Indonesia hampir mengalami krisis akibat Covid 19, bahkan hampir resesi nah dengan adanya pemasukan dari luar sekiranya bisa menjadi solusi buat ningkatin perekonomian Indonesia," ucapnya ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (9/11/2021).

Senada dengan Wahyu, Arif menyampaikan bahwasanya dengan hadirnya investasi dari UEA ini dapat menjadi pintu pertama sehingga akan ada lebih banyak lagi negara-negara lainnya yang ikut berinvestasi.

"Semoga akan ada lebih banyak lagi investasi lainnya dari UEA dan negara lainnya ke Indonesia," ucapnya.

Kemudian Galang menyampaikan bahwasanya hadirnya Investasi ini tentunya menjadi hal yang sangat baik, namun yang patut di garis bawahi adalah realisasi investasinya, jadi tidak hanya sekedar MoU saja, harus ada realisasinya.