Ekonomi

Indonesia-India Perkuat Kerja Sama Minyak Kelapa Sawit


Indonesia-India Perkuat Kerja Sama Minyak Kelapa Sawit
Ilustrasi Ladang Perkebunan Kelapa Sawit (REUTERS.COM)

AKURAT.CO Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), The Solvent Extractors' Association (SEA) India, dan Solidaridad Network Asia Limited (SNAL) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait kerangka keberlanjutan produksi minyak sawit dan perdagangan Indonesia-India.

Dalam penandatanganan yang diselenggarakan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (16/7), tersebut juga membahas sinergi "Indonesian Sustainable Palm Oil System" (ISPO) dan "The Indian Palm Oil Sustainability (IPOS)".

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berharap kerja sama tersebut dapat memperkuat hubungan Indonesia dan India di bidang pertumbuhan minyak nabati dan produk turunannya.

Ia mengatakan bahwa Indonesia dan India mempunyai hubungan ekonomi yang saling menguntungkan dengan total perdagangan kedua negara mencapai 18,1 miliar dolar AS pada 2017.

Ekspor produk minyak sawit Indonesia ke India mencapai 4,9 miliar dolar AS atau sekitar 34,8 persen total ekspor Indonesia ke India.

"Data tersebut menunjukkan pentingnya minyak sawit bagi kedua negara. Saya yakin kolaborasi ini bisa mengedepankan diskusi tentang pertumbuhan kelapa sawit yang berkelanjutan seperti yang telah dibahas pemimpin kedua negara," ujar Darmin.

India merupakan salah satu pengguna terbesar kelapa sawit Indonesia di samping China. Oleh karena itu, Darmin menilai komunikasi kedua pihak perlu dibangun tidak hanya antarpemerintah tetapi juga antar-asosiasi.

Indonesia saat ini merupakan salah satu produsen besar kelapa sawit dunia dengan produksi sekitar 40 juta ton dan luas area mencapai 14,3 juta hektare.

Kelapa sawit merupakan sumber minyak nabati yang berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi masyarakat, baik dalam bentuk minyak goreng dan produk hilir lainnya, maupun dalam bentuk bioenergi.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden SEA India Atul Chaturverdi mengatakan Nota Kesepahaman tersebut akan membuka jalan bagi keberlanjutan sektor perdagangan minyak sawit yang berkelanjutan dalam jangka panjang di Asia.

"Saya yakin bahwa sinergi antara ISPO dan IPOS secara bersama-sama akan melindungi daya saing industri kelapa sawit, meningkatkan kesiapan menghadapi permintaan pasar di masa depan, dan memenuhi komitmen nasional terhadap produksi dan perdagangan kelapa sawit yang berkelanjutan," ujar Atul. []