News

Indonesia Harus Belajar, Ini 5 Penyebab Jamur Hitam Merajalela di Tengah Gelombang COVID-19 di India

Infeksi black fungus di India telah mencapai setidaknya 12 ribu kasus, dengan sebagian besarnya menyasar pasien dalam masa pemulihan COVID-19


Indonesia Harus Belajar, Ini 5 Penyebab Jamur Hitam Merajalela di Tengah Gelombang COVID-19 di India
Dalam foto ini, seorang dokter tengah memeriksa pasien virus corona yang menderita infeksi black fungus di rumah sakit NSCB di Jabalpur, India (Uma Shankar Mishra/AFP)

AKURAT.CO Di tengah penurunan infeksi COVID-19, India justru dihadapkan pada peningkatan kasus black fungus atau jamur hitam. Pada pekan lalu, BBC mencatat bagaimana dalam beberapa bulan ini, infeksi black fungus di India telah mencapai setidaknya 12 ribu kasus, dengan sebagian besarnya menyasar pasien dalam masa pemulihan COVID-19. Kemudian dari ribuan kasus, lebih dari 300 pasien dinyatakan meninggal dunia, seperti diungkap oleh National News pada 2 Juni lalu. 

Maraknya kasus black fungus di India ini lantas makin mengkhawatirkan lantaran beberapa negara kini juga melaporkan hal yang sama. Di antaranya Pakistan, Rusia, Bangladesh, hingga Meksiko yang telah mencatat kasus pertama pasien COVID-19 yang meninggal akibat black fungus. 

Baca Juga: Gelombang Kedua COVID-19 Belum Beres, India Didesak Umumkan Epidemi 'Jamur Hitam'

Di Indonesia sendiri, sampai saat ini, memang terlihat belum melaporkan adanya kasus black fungus yang menimpa pasien COVID-19. Namun, dengan adanya kasus di Meksiko hingga India, tak ada salahnya Indonesia belajar dan bersiap untuk mengantisipasi wabah penyakit langka ini. 

Lalu apa saja sebenarnya penyebab black fungus yang kini merajalela di India, dan apa yang bisa diambil untuk pelajaran bagi Indonesia? Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO pada Senin (14/6) menghimpun 5 pemicu yang diyakini menjadi penyebab maraknya infeksi black fungus di tengah pandemi COVID-19 di India.

1. Ada kaitannya dengan penyakit diabetes

Indonesia Harus Belajar, ini 5 Penyebab Black Fungus Merajalela di Tengah Gelombang COVID-19 di India - Foto 1
Sam Panthaky Getty Images via Scientific American

Beberapa ahli medis meyakini bahwa pertumbuhan kasus black fungus terjadi karena tingginya prevalensi diabetes yang ada di negara tersebut. Bahkan, menurut ahli, pada masa pra-COVID-19, India sudah menjadi salah satu negara dengan tingkat kasus black fungus tertinggi di dunia. Pada Maret tahun ini India dilaporkan menyumbang hingga 71 persen dari kasus black fungus di seluruh dunia. Sementara diketahui, bulan Maret adalah  masa di mana India belum dilanda dampak dari gelombang kedua infeksi COVID-19.

Dalam masalah black fungus itu, India pun dikatakan bersanding dengan Pakistan. Menurut Leading International Fungal Education, India dan negara tetangganya itu setidaknya bisa mencatat sekitar 140 kasus per 1 juta setiap tahunnya.

"Kasus black fungus yang dilaporkan di India lebih banyak daripada bagian lain dunia jauh sebelum pandemi.