Ekonomi

Indonesia Diramal Menjadi Negara Maju 2045!

Indonesia akan menjadi negara maju di 2045 tapi kini masih mengalami tantangan terkait dengan kekurangan Talenta Digital.


Indonesia Diramal Menjadi Negara Maju 2045!
Kementrian Badan Perencanaan Pembangunan atau Bappenas dalam sosialisasi Visi 2045 Indonesia Maju, di Jakarta, Hotel Fairmont (8/1) (Anggi Dwifiani)

AKURAT.CO Pada tahun 2045 nanti Indonesia diprediksi akan menjadi negara termaju di dunia setidaknya masuk di tujuh besar negara termaju. Banyak pengamat global yang meramalkan Capaia Indonesia bisa lebih dari tujuh negara termaju di dunia.

Menurut Drs. H. Taufiq R Abdullah,anggota Komisi I DPR RI, salah satu syarat untuk menjadikan Indonesia negara termaju adalah dilihat dari komposisi masyarakat yang didominasi oleh kelompok usia produktif. Artinya kelompok ini akan menjadi aset bangsa yang akan mengkatalisasi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. 

Di banding negara maju saat ini, seperti Jepang dan Eropa, pertumbuhan ekonomi mereka relatif rendah dan stagnan karena komposisi penduduk usia produktif kurang dari 50 persen. Padahal kelompok penduduk usia produktif harus menang beban ekonomi kelompok lainnya seperti lansia dan anak-anak yang masih mengenyam pendidikan.

baca juga:

Lain halnya dengan Indonesia yang saat ini mendapat keuntungan demografi berupa lonjakan penduduk usia produktif yang dikenal dengan bonus demografi.

"Indonesia saat ini mengalami bonus demografi dimana penduduk Indonesia 70% adalah diusia produktif," jelas Taufiq.

Maka, pergerakan ekonomi Indonesia sangat luar biasa. Dari presepektif ekonomi yang sudah mengadaptasi digital, kita bisa menjadi pasar digital terbesar se-Asia Tenggara.

Pada tahun 2021 kita mendapatkan 70 Miliar Dollar total nilai penjualan berbasis digital diatas negara Thailand, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Singapura. Dan pada tahun 2025 bisa mengalami kenaikan sampai 146 Miliar Dollar total nilai penjualan.

Meskipun demikian, Indonesia harus diakui masih kekurangan talenta digital. Dan ini menjadi sebuah tantangan bahwa setidaknya sampai tahun 2030 nanti, literasi digital harus menjadi prioritas pembangunan ekonomi. Dibanding negatra berkembang lain seperti India misalnya, pada tahun 2030 mereka diprediksi akan  surplus tenaga ahli digital sebanyak 245,3 juta orang sedangkan Indonesia diproyeksi kekurangan sekitar 18 juta tenaga ahli digital.

"Maka dari itu masyarakat Indonesia harus sadar akan digital. Kita harus melakukan perubah diri secara total misalnya kita harus memikirkan bahwa pasar kita bukan hanya lagi lokal, tetapi harus memungkinkan berdagang dengan pasar global," jelasnya.

Agenda mendesak yang harus dilakukan untuk mengejar ketertinggalan itu adalah dengan melakukan pendidikan literasi digital di sektor UMKM. Dengan digitalisasi, kualitas pelayanan dan produk UMKM dapat dapat dikembangkan mengikuti pemintaan pasar.

"Kita pelaku UMKM terkadang hanya berorientasi pada mutu suatu barang, seharusnya harus berorientasi terhadap mutu dan larisnya suatu barang, kita harus memikirkan bagaimana produk yang kita hasilkan bisa laris dipasaran dengan mengandalkan mutu yang yang baik." tutupnya.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi