News

Indonesia Diminta Berperan Lebih Aktif Bersama Turki Selesaikan Konflik Palestina-Israel

Saat ini peran Indonesia dinilai kalah dari Rusia dan Iran.


Indonesia Diminta Berperan Lebih Aktif Bersama Turki Selesaikan Konflik Palestina-Israel
Ketum Partai Gelora Muhammad Anis Matta (Instagram/anismatta_)

AKURAT.CO, Indonesia didorong mengambil peran lebih besar dalam membantu atasi konflik Palestina-Israel. Saat ini peran Indonesia dinilai kalah dari Rusia dan Iran.

Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta, ada dua langkah lebih efektif yang harus dilakukan pemerintah dalam mendukung kemerdekaan Palestina, yakni memediasi kelompok-kelompok pejuang di Palestina dan meningkatkan peran signifikan umat Islam.

Bersama Turki, Indonesia bisa memediasi dan memfaslitasi kelompok-kelompok pejuang Palestina, Hamas dan Fatah untuk bersatu. Saat ini, peran mediasi malah dilakukan Rusia.

baca juga:

"Rusia aktif memediasi karena memiliki aliansi dengan Iran yang mendukung kelompok perlawanan di Palestina," kata Anis Matta dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (23/5/2021).

Anis menilai dalam penyelesaian persoalan Palestina yang berperan aktif seharusnya Turki dan Indonesia, bukan Rusia dan Iran. Sebab Turki adalah pemimpin kawasan, sedangkan Indonesia adalah negara dengan penduduk Islam terbesar dunia dan model Islam moderat.

"Jadi Turki sebagai pemimpin kawasan di sana, Indonesia bisa berperan sangat signifikan bagi dunia islam untuk melakukan negosiasi multilateral mendukung kemerdekaan bangsa Palestina dan misi menjaga perdamaian di Yerusalem," ujarnya.

Dia berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa berkomunikasi dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk memulai memobilisasi diplomasi global dalam menyelesaikan persoalan dan mendukung kemerdekaan Palestina.

Menurut dia, negara-negara Eropa dan Amerika saat ini perlu dibantu apalagi di tengah krisis global saat ini, mereka tidak tahu apa yang dilakukan dalam menyelesaikan persoalan Palestina.

"Indonesia bisa membuka pembicaraan dengan Turki untuk melakukan diplomasi internasional," ujarnya.

Sebelumnya, Menlu Retno LP Marsudi dalam Sidang Pleno ke-67 Sidang Majelis Umum PBB pada Jumat (21/5), mengemukakan sejumlah langkah untuk mencapai solusi dari ketegangan Israel dan Palestina. []