Tech

Indonesia Belum Punya Bank Benih Kelas Dunia, Peneliti: Penting Atasi Kepunahan

Keberadaan bank benih kelas dunia baru ada di dua negara


Indonesia Belum Punya Bank Benih Kelas Dunia, Peneliti: Penting Atasi Kepunahan
Indonesia Belum Punya Bank Benih Kelas Dunia, Peneliti: Penting Atasi Kepunahan (dok. KLHK)

AKURAT.CO, Seperti di negara lainnya, di Indonesia, perubahan iklim dan bencana alam yang tidak bisa dihindari bukan tidak mungkin menyebabkan kerawanan akan kepunahan benih. Namun, sampai saat ini Indonesia belum memiliki sarana dan prasarana terkait bank benih (seed vault) kelas dunia.

Bank benih merupakan ruang penyimpanan benih (sumber daya genetik tanaman) yang berharga di masa depan, terutama untuk obat-obatan, pengetahuan, pengembangan produktivitas benih, dalam menghadapi kondisi abnormal (perubahan iklim, bencana global, kepunahan, perang dan ledakan nuklir). 

Beberapa ahli menyebut bank benih dibangun untuk mengatasi kerentanan pasokan makanan terhadap patogen yang tidak terkendali oleh agrokimia, atau mencegah musnahnya secara permanen sifat genetik yang berharga, yang dapat dibiakkan menjadi varietas tradisional selama ribuan tahun.

Padahal menurut peneliti BP2LHK Aek Nauli, Freddy Jontara Hutapea, Indonesia sebagai negara tropis sangat penting memiliki bank benih dalam rangka mengatasi bencana alam dan kepunahan tumbuh-tumbuhan. 

Dengan luasan kawasan hutan mencapai 125,92 juta ha, Indonesia sangat potensial untuk dibangun bank benih berkelas dunia.

“Seed vault sangat penting di Indonesia karena beberapa lokasi di Indonesia rentan terhadap bencana alam, seperti bencana tsunami di Banda Aceh,” kata Freddy melansir laman resmi KLHK.

“Ini adalah salah satu solusi untuk menghadapi perubahan iklim dengan melakukan pengamanan keanekaragaman hayati, konservasi permanen sumber daya genetik tanaman di masa depan,” tambahnya.

Senada dengan itu, Peneliti BP2LHK Aek Nauli lainnya, Johansen Silalahi mengatakan kerja sama dengan bank benih yang ada di Korea Selatan dapat dijadikan sebagai titik awal pembangunan di Indonesia, dengan cara transfer teknologi sebagai inisiasi awal pembangunan bank benih.

“Kerja sama dengan bank benih di Korea Selatan dapat berupa transfer pengetahuan dan penitipan benih. Selain itu juga dapat mengadopsi teknologi untuk membangun bank benih dengan spesies tertentu, seperti mengadopsi bentuk kubah benihnya khusus untuk benih tropis di masa depan,” kata Johansen.

Sebagai informasi, keberadaan bank benih kelas dunia baru ada di dua negara, yaitu Svalbard Global Seed Vault di Norwegia dan Baekdudaegan Seed Vault di Korea Selatan. 

Secara umum, perbedaan keduanya terletak pada spesies yang difokuskan. Norwegia fokus kepada tanaman pertanian, sedangkan Korea Selatan fokus kepada tanaman liar hutan.