News

Indikator Kematian Covid-19 Dihapus, Ini Kata Fadli Zon

Menurutnya, data itu diperbaiki bukan justru dihapus. 


Indikator Kematian Covid-19 Dihapus, Ini Kata Fadli Zon
Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon (Dpr.go.id)

AKURAT.CO, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon mengomentari keputusan pemerintah yang menghapus angka kematian dari indikator penanganan Covid-19. 

"Beginilah kalau urusan tak diserahkan pada ahlinya. Data kematian bukan sekedar angka. Itu nyawa manusia Indonesia yang seharusnya dilindungi tumpah darahnya," kata dia sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari twitter @fadlizon pada Kamis (12/8/2021). 

Fadli Zon menilai pemerintah telah gagal dalam mencegah korban meninggal akibat Covid-19. Menurutnya, data itu diperbaiki bukan justru dihapus. 

"Kita gagal mencegah korban begitu banyak. Kalau data tak akurat, perbaiki. Bukan dihapus sebagai indikator penanganan," paparnya.

Sebelumnya, politikus Partai Demokrat Yan Harahap menyarankan pemerintah angkat bendera putih jika tidak mampu menanggulangi Covid-19.

"Dari kemarin-kemarin sudah dibilang kalau sudah tak mampu, mendingan ‘angkat bendera putih’," kata dia sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari akun Twitter @YanHarahap.

Sebagaimana diketahui, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi yang juga Koordinator PPKM level 4 Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan membuat keputusan baru dalam penanganan pandemi Covid-19.

Luhut bakal menghapus indikator kematian sebagai salah satu evaluasi pelaksanaan PPKM level 4 Jawa-Bali. Luhut punya alasan sendiri soal keputusan itu. 

"Evaluasi tersebut kami lakukan dengan mengeluarkan indikator kematian dalam penilaian karena kami temukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang, sehingga menimbulkan distorsi dalam penilaian," kata Luhut dilansir dari Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (10/8/2021).

Terkait keputusan menghapus indikator kematian itu, dia mengatakan saat ini sedang menyingkronkan data dengan lembaga-lembaga negara terkait.

Dia mengaku, daerah-daerah dengan lonjakan kasus kematian tinggi akan diintervensi oleh pemerintah pusat dalam penanganan pandemi Covid-19. 

"Menyangkut inipun kami sekarang terus bekerja keras untuk mengharmonisasi data kami. Membentuk tim. Khusus untuk menangani wilayah-wilayah yang memiliki lonjakan kasus kematian signifikan, " katanya. []