News

Otoritas India Laporkan Lebih dari 500 Ribu Kematian akibat Covid, Ahli Perkirakan Jumlahnya Jutaan

India Melaporkan Lebih dari 500 Ribu kematian akibat Covid, Tapi Ahli Menyebut Jutaan


Otoritas India Laporkan Lebih dari 500 Ribu Kematian akibat Covid, Ahli Perkirakan Jumlahnya Jutaan
Dalam foto ini, seorang pria dengan masalah pernapasan dibawa ke rumah sakit untuk perawatan Covid-19, di Ahmedabad, India, 24 Januari 2022 (REUTERS/Amit Dave)

AKURAT.CO, Jumlah kematian di India akibat Covid-19 telah melampaui 500 ribu jiwa pada hari Jumat (4/2). Namun, oleh para ahli, jumlah kematian itu, yang harusnya dicatat tahun lalu, adalah hasil dari survei yang kabur dan tidak akurat.

Menurut pakar, survei tidak menghitung daerah-daerah pedalaman di India, di mana jutaan orang tetap rentan terhadap penyakit Covid.

India, yang memiliki penghitungan kematian tertinggi keempat secara global, mencatat 400 ribu kematian pada Juli tahun lalu. Kematian yang tinggi itu terjadi usai wabah yang dipicu varian Delta datang dan memicu tsunami corona di India. Beberapa ahli pun percaya angka kematian itu sebenarnya jauh lebih tinggi.

baca juga:

"Studi kami yang diterbitkan dalam jurnal Science memperkirakan ada 3 juta kematian akibat Covid-19 di India hingga pertengahan 2021. Ini menggunakan tiga basis data berbeda," ungkap Chinmay Tumbe kepada Reuters. Tumbe adalah asisten profesor di Institut Manajemen India, Ahmedabad yang ikut menulis studi tersebut.

Bulan lalu, pemerintah India menolak penelitian itu, menyatakan studi 'tidak berdasar'. Dalam dalihnya, New Delhi mengatakan bahwa negara sudah memiliki sistem pelaporan kelahiran dan kematian yang kuat.

 Seorang petugas kesehatan mengumpulkan sampel tes swab dari seorang wanita di pusat pengujian di dalam sebuah rumah sakit di New Delhi, 14 Januari 2022-REUTERS/Anushree Fadnavis

Diketahui, negara bagian India mencatat kematian akibat Covid setelah mengumpulkan data dari distrik mereka. Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa negara bagian telah memperbarui jumlah kematian, tetapi beberapa disebutkan berada di bawah tekanan dari pengadilan tinggi negara itu. Dalam kebanyakan kasus, pihak berwenang mengatakan ada penyimpangan karena keterlambatan pendaftaran dan kesalahan administrasi lainnya.

India saat ini berada di tengah gelombang ketiga virus corona yang dipimpin oleh varian Omicron. Menurut beberapa ahli ternama, India sudah mengalami penularan komunitas dari varian itu, tetapi pejabat federal mengatakan sebagian besar kasusnya ringan.

Bulan lalu, pemerintah melonggarkan norma pengujian. Mereka mengatakan kepada negara bagian untuk membatalkan pengujian wajib untuk kontak kasus yang dikonfirmasi. Adapun pengecualian aturan adalah untuk mereka yang sudah tua atau sedang berjuang melawan kondisi lain.

Namun, dengan jumlah tes Covid yang menurun, pemerintah kemudian mengeluarkan peringatan edaran yang direvisi, menyatakan bahwa mereka  akan melewatkan laporan penyebaran virus.

Tetapi, karena banyak orang yang terinfeksi mengambil pilihan untuk tidak melakukan tes sama sekali, jumlah total infeksi mungkin tidak mencerminkan tingkat keparahan kasus. Hal ini diungkap oleh Gautam Menon, yang seorang profesor fisika dan biologi di Universitas Ashoka dekat ibukota. Menon telah melacak penyebaran dari virus corona di India. 

Menurut angka resmi, jumlah keseluruhan infeksi di India telah mencapai 41,95 juta. Angka ini menjadi tertinggi kedua secara global, membuat India berada di peringkat kedua setelah Amerika Serikat.

Rekonsiliasi dengan Waktu dan Duka 

 Sejumlah pria mengambil foto jenazah kerabat mereka yang meninggal akibat Covid-19 di sebuah rumah sakit di Ahmedabad, India, 24 Januari 2022-REUTERS/Amit Dave

Penghitungan kumulatif untuk kematian akibat Covid di India pada Jumat berada di angka 500.055. Di antara total itu, 1.072 kasus kematian dilaporkan selama 24 jam terakhir, menurut kementerian kesehatan federal.

Kemudian dari jumlah kematian baru ini, 335 kasus berasal dari negara bagian selatan Kerala yang selama berminggu-minggu memperbarui data kematian dari tahun lalu.

Kerala, memiliki populasi kurang dari 3 persen dari keseluruhan penduduk India yang mencapai 1,35 miliar jiwa. Namun, wilayah ini telah menyumbang hampir 11 persen dari total kematian yang dilaporkan di negara itu.

"Beberapa negara bagian seperti Kerala mencatat kematian simpanan mereka di bawah tekanan peradilan, meskipun tidak semua negara bagian telah melakukan itu," kata Menon, merujuk simpanan atau 'backlog' kematian sebagai kasus kematian yang dilaporkan sampai dipastikan kematian tersebut karena Covid-19.

Kemudian, di Gujarat, kampung asal Perdana Menteri Narendra Modi, pihak berwenang telah menerima lebih dari 100 ribu klaim untuk kompensasi Covid. Dari total itu, 87 ribu klaim telah disetujui, menurut seorang pejabat senior pemerintah.

Namun, data pemerintah menunjukkan jumlah klaim yang diterima hampir 10 kali lipat dari angka kematian Covid resmi di Gujarat yang mencapai 10.545 kasus.

Menanggapi itu, pejabat India mengklaim tidak ada data kematian yang kurang. Kebijakan kompensasi dikatakan memang bebas, jadi itulah sebabnya mengapa jumlah pemohon bisa berkali-kali lipat dari jumlah kematian yang dilaporkan.

"Belum ada laporan kematian Covid-19 yang kurang. Kebijakan pembayaran ganti rugi sangat liberal sesuai arahan Mahkamah Agung, itulah sebabnya jumlah pemohon lebih banyak daripada kematian Covid-19," katanya. []