News

India Laporkan Dua Kasus Pertama Infeksi Omicron, Pasien Sudah Divaksin Lengkap

India Laporkan Dua Kasus Pertama Infeksi Omicron, Pasien Sudah Divaksin Lengkap


India Laporkan Dua Kasus Pertama Infeksi Omicron, Pasien Sudah Divaksin Lengkap
Para pelajar India sedang menyelesaikan lukisan yang dibuat untuk menciptakan kesadaran terhadap varian baru Covid-19, Omicron, di Mumbai, India, 29 November. (Reuters/Niharika Kulkarni)

AKURAT.CO, India telah melaporkan dua kasus pertama infeksi Omicron di negaranya. Seperti diungkap oleh kementerian kesehatan pada Kamis (2/12), dua kasus terdeteksi di negara bagian Karnataka di India Selatan. 

Menurut Times of India hingga CNA, salah satu dari pasien adalah seorang pria berusia 66 tahun berkebangsaan Afrika Selatan. Dikonfirmasi oleh para pejabat, pria ini sebelumnya dites negatif Covid-19 ketika melakukan perjalanan dari Afrika Selatan pada 20 November. Namun, setelah dites di bandara Bengaluru, hasil menunjukkan bahwa pria itu positif terinfeksi Omicron.

Ia kemudian menghabiskan seminggu di India dan pergi dari negara itu pada Sabtu (27/11) setelah dites negatif. Lebih dari 250 kontaknya dinyatakan negatif.

Sementara satu pasien lainnya adalah seorang ahli anestesi berusia 46 tahun yang tinggal di Bangalore. Dilaporkan tidak seperti pasien satunya, ia tidak memiliki riwayat perjalanan dalam beberapa waktu terakhir. Dokter ini dilaporkan telah mengisolasi dirinya pada 23 November setelah merasa tidak enak badan. 

Lima kontak dari dokter tersebut, juga dinyatakan positif dan sampel mereka sedang diselidiki untuk menentukan variannya.

Menteri Pendidikan Medis dan Kesehatan Karnataka mengungkap bahwa kedua pasien sudah divaksinasi secara lengkap. 

Sementara menurut Sekretaris Serikat Kementerian Dalam Negeri, Lav Agarwal, para pasien hanya menunjukkan gejala ringan.

"Tidak ada gejala parah dari varian Omicron dari Covid-19 yang dilaporkan sejauh ini. Dalam semua kasus terkait Omicron di negara ini dan di seluruh dunia, sejauh ini memiliki gejala ringan. Tidak ada gejala parah yang dicatat. WHO telah mengatakan bahwa bukti yang muncul sedang dipelajari," kata Agarwal, dikutip dari Indian Express.

Seperti diwartakan BBC, India mulai Rabu (1/12) mengumumkan pembatasan perjalanan baru untuk penumpang internasional yang datang dari negara-negara 'berisiko'. Daftar hitam perjalanan itu mencakup Inggris, Afrika Selatan, Selandia Baru, Bangladesh, Hong Kong, hingga Israel.

Dalam aturan terbaru, para pelancong yang datang ke India wajib diuji pada saat kedatangan dan tidak dapat meninggalkan bandara tanpa hasil tes mereka. Mereka yang dites positif akan diisolasi dan dirawat, dan sampel mereka akan dikirim untuk pengurutan genom. 

Sementara, mereka yang dites negatif harus dikarantina di rumah selama tujuh hari dan dites lagi pada hari kedelapan.

Sejumlah negara-negara bagian India juga telah mengumumkan kebijakan untuk mengatasi penyebaran Omicron. Meski agak berbeda, mereka tetap meminta para pelancong yang datang untuk menjalani tes. 

Di Maharashtra misalnya, semua penumpang yang tiba dari negara-negara 'berisiko' harus menghabiskan tujuh hari di karantina institusional. Delhi dan Karnataka, sementara itu, mengatakan semua penumpang internasional harus menjalani tes PCR pada saat kedatangan.

"Kami segera memeriksa kasus-kasus yang mencurigakan dan melakukan pengurutan genom.

"Kami telah belajar banyak selama krisis Covid-19. Hari ini, kami memiliki banyak sumber daya dan laboratorium. Kami dapat mengelola situasi apa pun," ungkap Menteri Kesehatan Mansukh Mandaviya saat berbicara kepada Parlemen, Selasa (30/11).

Kehidupan di India telah kembali normal setelah jumlah kasus infeksi harian berada di tingkat rendah dan dorongan vaksin yang stabil.

Negara ini telah mencatat kurang dari 10 ribu kasus baru setiap hari dan telah memvaksinasi hampir 80 persen dari 940 juta orang dewasa yang memenuhi syarat dengan setidaknya satu dosis sejauh ini.

Namun, dilaporkan kampanye vaksinasi terakhir sudah mulai mulai melambat dan munculnya varian baru Omicron telah meningkatkan momok gelombang ketiga. Mengingat, pada April hingga Mei lalu, India sempat dihantam gelombang kedua Covid-19 yang mematikan dan menyebabkan rumah sakit kehabisan tempat tidur, oksigen dan obat-obatan. .

Afrika Selatan memperingatkan dunia tentang varian baru pada 24 November setelah mendeteksi kasus pertama Omicron. Beberapa negara sejak itu mengumumkan pembatasan perjalanan.

Bukti awal menunjukkan Omicron memiliki risiko infeksi ulang yang lebih tinggi. Akan tetapi para ilmuwan tetap menegaskan bahwa perlu tiga minggu lagi untuk mengetahui bagaimana varian yang tinggi mutasi itu berdampak pada efektivitas vaksin-vaksin yang sudah ada. []