News

India Dilanda Krisis COVID-19, Narendra Modi Terjunkan Mahasiswa Kedokteran dan Dokter Magang

Mahasiswa kedokteran tingkat akhir akan dilibatkan dalam konsultasi jarak jauh dan pemantauan kasus


India Dilanda Krisis COVID-19, Narendra Modi Terjunkan Mahasiswa Kedokteran dan Dokter Magang
Lonjakan kasus COVID-19 di India telah menyebabkan rumah sakit, kamar mayat, dan krematorium kewalahan. (Foto: Associated Press)

AKURAT.CO, Di tengah lonjakan kasus COVID-19, Perdana Menteri India Narendra Modi pada Senin (3/5) mengesahkan keputusan penting untuk meningkatkan ketersediaan tenaga medis.

"Perdana menteri hari ini meninjau peningkatan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memadai untuk merespons pandemi COVID-19 di dalam negeri," bunyi pernyataan yang dirilis kantor perdana menteri (PMO), dilansir dari Hindustan Times.

Untuk meningkatkan jumlah dokter, perawat, dan profesional terkait demi manajemen yang lebih baik selama gelombang kedua pandemi, keputusan itu mengizinkan penempatan dokter magang dalam tugas penanganan Covid di bawah pengawasan fakultas. Ini akan menjadi bagian dari rotasi magang dan mahasiswa kedokteran tingkat akhir akan dilibatkan dalam layanan seperti konsultasi jarak jauh dan pemantauan kasus Covid ringan.

Selain itu, perawat bergelar B.Sc./GNM akan ditempatkan dalam tugas keperawatan COVID-19 penuh waktu di bawah pengawasan dokter dan perawat senior.

"Ini akan mengurangi beban kerja pada dokter yang terlibat dalam tugas Covid dan mendorong upaya triase," sambung pernyataan tersebut.

Semua mahasiswa kedokteran serta profesional yang akan terlibat dalam pekerjaan terkait Covid akan divaksinasi dan dilindungi oleh skema asuransi pemerintah untuk petugas kesehatan. Selain itu, para profesional yang mendaftar minimal 100 hari untuk tugas terkait Covid juga akan diberikan Layanan Kehormatan Nasional Covid Samman dari Perdana Menteri.

Ujian NEET-PG juga diputuskan untuk ditunda minimal 4 bulan. Ujian pun akan diumumkan kepada siswa 1 bulan sebelum dilaksanakan.

Keputusan ini datang ketika India melaporkan sebanyak 368.147 kasus baru COVID-19 pada Senin (3/5), sehingga total kasus di negara tersebut mencapai 19.925.604. Sebanyak 3.417 kematian baru terkait virus corona juga tercatat di hari yang sama, sehingga totalnya menjadi 218.959.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu