image
Login / Sign Up

#Mahathir Mohamad

Image
News

Mahathir Mohamad Bersumpah Akan Gulingkan PM Malaysia Muhyiddin Yassin

Pada awal pekan pertama Mei lalu, Mahathir diketahui meluncurkan mosi tidak percaya terhadap Muhyiddin

Image
News

COVID-19 Mereda, Drama Politik Malaysia Kembali Jadi Sorotan

Mosi tidak percaya dari Mahathir terhadap Muhyiddin disebutkan telah diterima oleh juru bicara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Malaysia.

Image
News
Wabah Corona

Kesampingkan Politik, Muhyiddin Yassin Bertemu Anwar Ibrahim Bahas Isu COVID-19

Dalam pertemuan selama 45 menit, keduanya pun dilaporkan membahas terkait dengan isu-isu tentang pandemi COVID-19

Image
News
Wabah Corona

Kontak dengan Orang Positif Corona, Mahathir Mohamad Jalani Karantina Mandiri

Mahathir Mohamad melakukan karantina mandiri usai melakukan kontak dengan seorang anggota parlemen yang positif terjangkit virus corona

Image
News

Mahathir Bersumpah Bakal Kembali ke Panggung Politik Jika Pemerintahan Muhyiddin Buat Kesalahan

"Saya tidak tahan melihat pemerintah yang melakukan kesalahan. Saya merasa memiliki kewajiban untuk melakukan sesuatu," kata Mahathir.

Image
News

PM Malaysia Muhyiddin Yassin Tulis Surat Permintaan Maaf kepada Mahathir

PM baru Malaysia ini pun menjelaskan bahwa ia akan melakukan apa pun untuk negara, termasuk bertemu dengan Mahathir.

Image
News

Dituduh Jadi Biang Keladi Runtuhnya Pakatan Harapan, Begini Respons Sarkastis Najib Razak

Mengomentari kabinet Muhyiddin Yassin, Mahathir juga menyenggol mantan PM Najib Razak dengan menuduhnya biang keladi runtuhnya PH.

Image
News

Serukan Boikot Bisnis China hingga Dukung Industri Vape, 5 Kontroversi Menhan Baru Malaysia Ismail Sabri Yakoob

Pada 2015, Ismail pernah mengunggah seruan di Facebook agar konsumen Melayu memboikot bisnis China.

Image
News

Mahathir Tak Lagi Yakin dengan Mosi Tak Percaya pada PM Baru

Muhyiddin akan selamat dari voting mosi tak percaya di parlemen

Image
News

Anwar Ibrahim Ragu Kabinet Baru Malaysia Benar-benar Bersih

Pembentukan kabinet ini dinilai dilakukan dengan menciptakan jabatan-jabatan baru agar cukup untuk dibagi dengan partai-partai koalisi.

lainnya