News

Indeks Korupsi Indonesia Kalah dari Malaysia, Jokowi: Perlu Diperbaiki!

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuturkan, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) di Indonesia masih rendah dibanding dengan sejumlah negara di Asia.


Indeks Korupsi Indonesia Kalah dari Malaysia, Jokowi: Perlu Diperbaiki!
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Ketua KPK Firli Bahuri (kanan) dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno (kiri) meninggalkan Gedung KPK di Jakarta, Kamis (9/12/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuturkan, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) di Indonesia masih rendah dibanding dengan sejumlah negara di Asia.

Oleh karena itu, Jokowi ingin upaya meminimalisir tindakan korupsi di Tanah Air terus dilakukan.

"Rangking indeks persepsi korupsi kita di tahun 2020 juga masih perlu kita perbaiki lagi. Di Asia dari 180 negara. Singapura rangking ketiga, Brunei Darussalam rangking 35, Malaysia rangking 57, dan Indonesia masih di rangking 102. Ini yang memerlukan kerja keras kita untuk memperbaiki indeks persepsi korupsi kita bersama-sama," ujar Jokowi saat menyampaikan pidato Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2021 di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/12/2021).

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan, tindak pidana korupsi bisa mengganggu upaya penciptaan lapangan kerja. 

Praktik korupsi juga bisa menaikkan harga kebutuhan pokok. Dalam sebuah survei, kata, Jokowi, menunjukkan bahwa masyarakat yang menilai baik dan buruk upaya pemberantasan korupsi dalam proporsi yang seimbang.

"Yang menilai sangat baik dan baik sebanyak 32,8 persen yang menilai sedang 28,6 persen. Serta yang menilai buruk dan sangat buruk 34,3 persen," katanya.

Selain itu, Jokowi juga menyebut aparat kepolisian telah banyak menangani tindak pidana korupsi kelas kakap. 

Meski demikian, Jokowi meminta kepada aparat kepolisian untuk tidak berpuas diri masyarakat belum memberikan penilaian yang baik terhadap upaya itu.

"Namun aparat penegak hukum, termasuk KPK sekali lagi jangan cepat berpuas diri dulu. Karena penilaian masyarakat terhadap upaya pemberantrasan korupsi masih dinilai belum baik. Kita semua harus sadar mengenai ini," kata Jokowi.