Ekonomi

Indef: Turunkan Kasus Covid-19, Sejumlah Pihak Harus Tekan Ego Sektoral!

Indef menyatakan penurunan jumlah kasus Covid-19 bakal tingkatkan optimisme pelaku usaha yang akhrnya dapat memicu pertumbuhan ekonomi


Indef: Turunkan Kasus Covid-19, Sejumlah Pihak Harus Tekan Ego Sektoral!
Petugas kesehatan mengambil sampel lendir seorang warga saat tes usap PCR COVID-19 massal di Kantor Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Selasa (26/1/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Lembaga kajian ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyatakan untuk menekan jumlah kasus Covid-19 sejumlah pihak juga harus dapat menghilangkan ego sektoral.

"Kalau kita lihat libur akhir tahun kemarin, beberapa destinasi wisata yang dibuka memang menggerakkan ekonomi. Tapi kemampuan menggerakkan ekonomi itu dibayar mahal dengan peningkatan kasus," ucap Ekonom Senior Indef Enny Sri Hartati dalam webinar bertajuk "Akselerasi Pemulihan Ekonomi: Kebangkitan Investasi dan Perdagangan" di Jakarta, melansir Antara, Selasa (26/1/2021).

Menurut Enny, persoalan ego sektoral memang cenderung menjadi kendala sehingga membuat kebijakan menjadi konsisten.

Lebih lanjut Enny menyampaikan bahwa penurunan jumlah kasus Covid-19 akan meningkatkan optimisme pelaku usaha yang akhirnya dapat memicu pertumbuhan ekonomi.

"Menjadi tantangan kita adalah bagaimana segera menurunkan kasus baru, kalaupun vaksinasi dilakukan tapi jumlah kasus baru naik juga tidak akan mampu menumbuhkan optimisme pelaku usaha," ujarnya.

Ia menegaskan pemulihan ekonomi nasional dapat berjalan lebih cepat jika kasus positif Covid-19 dapat ditekan. 

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan langkah utama untuk bisa mendorong pemulihan ekonomi pada tahun ini adalah bagaimana mengendalikan pandemi.

"Bagaimana pun juga, waktu-waktu terakhir ini memang cukup merisaukan karena rumah sakit penuh, penyebaran cepat sekali dan sangat dekat dengan kita sehari-hari. Ini sangat merisaukan kami selaku pengusaha dan sangat menghambat kemajuan kita," jelas Hariyadi.

Sekadar informasi, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengaku optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 masih cukup baik dibandingkan negara-negara lain. Hal itu lantaran pemerintah telah menunjukkan langkah-langkah yang luar biasa dalam menghadapi tantangan pandemi Covid-19 yang saat ini masih terjadi.

"Performance perekonomian di 2020, walau angka belum keluar, tapi kalau dibandingkan dengan menghadapi tantangan yang sama besarnya. Kita lihat perekonomian Indonesia relatif akan cukup moderat dibandingkan kontraksi yang terjadi di hampir seluruh negara," ujarnya dalam diskusi Akselerasi Pemulihan Ekonomi yang digelar secara virtual, Selasa (26/1/2021). 

Febrio Kacaribu mengungkapkan apabila dibandingkan negara G20, Indonesia masih termasuk negara besar dengan peringkat PDB di nomor 16. Sementara bila dibandingkan negara tetangga sesama ASEAN dari sisi kontraksi, ia memproyeksikan ekonomi Indonesia masih cukup elastis. Di mana kontraksi yang terjadi di Indonesia berkisar -2,2 persen sampai -1,7 persen.[]

Sumber: ANTARA