Ekonomi

Indef: PPKM Harus Lanjut, Panglima Perang Covid-19 Adalah Kesehatan Bukan Ekonomi!

Indef menilai perpanjangan PPKM dengan istilah PPKM Level 4 sudah seharusnya dilakukan.


Indef: PPKM Harus Lanjut, Panglima Perang Covid-19 Adalah Kesehatan Bukan Ekonomi!
Pramusaji menunggu pelanggan di pertokoan Little Tokyo, kawasan Blok M, Jakarta, Rabu (21/7/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Institute of Development on Economics and Finance (Indef) menilai perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan istilah PPKM Level 4 sudah seharusnya dilakukan. Hal ini karena karena pemulihan kesehatan masyarakat perlu menjadi prioritas.

“Jadi PPKM menurut saya memang harus lanjut. Kenapa? Karena pemulihan kesehatan masyarakat itu harus menjadi prioritas. Panglima perang pandemi [Covid-19] ini sebenarnya adalah sektor kesehatan bukan ekonomi,” kata Direktur Program Indef Esther Sri Astuti dalam diskusi virtual di Jakarta, Senin (26/7/2021).

Meski demikian, lanjut Esther, bukan berarti ekonomi menjadi hal yang tidak penting. Hanya saja dengan eskalasi Covid-19 yang belum benar-benar menurun, maka hal itu menjadi percuma.

"Seberapa pun banyak nanti dana dan energi yang dikeluarkan itu akan mubazir," lanjutnya.

Jumlah kasus COVID-19 di Tanah Air telah mencapai 3,17 juta saat ini, relatif lebih banyak dibandingkan beberapa negara di ASEAN seperti Filipina, Malaysia, Thailand, Myanmar, Vietnam, dan Singapura. Bahkan Indonesia menduduki urutan pertama total kasus tertinggi yaitu 3,1 juta kasus.

Dengan kondisi ini, PPKM harus tetap dijalankan sampai kasus COVID-19 di dalam negeri bisa melandai kembali.

“Maka lockdown, atau PPKM, atau PSBB, itu harus tetap dijalankan sampai kasus Covid-19 melandai,” jelas Esther.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo mengumumkan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4, Minggu (25/7/2021).

Sejumlah daerah akan kembali menerapkan PPKM level 4 sejak 26 Juli hingga 2 Agustus 2021 mendatang.

"Dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, aspek ekonomi, dan dinamika sosial, saya memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari 26 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021," kata Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden mengutip Kompas.com, Minggu (25/7/2021).

Jokowi mengeklaim, PPKM darurat dan PPKM level 4 ini sudah berhasil meperbaiki kondisi pandemi di Indonesia.

Hal ini karena selama PPKM level 4 berlaku, pembatasan dilakukan di sejumlah sektor, yaitu perkantoran, pendidikan, pusat perbelanjaan, tempat makan, transportasi, seni budaya, wisata, serta sosial dan masyarakat.

"Laju penambahan kasus, BOR (bed occupancy rate), dan positivity rate mulai menunjukkan tren penurunan seperti yang terjadi di beberapa provinsi di Jawa," ucap Kepala Negara.

Walaupun demikian, Joko tetap meminta masyarakat selalu waspada dengan penularan Covid-19, terutama varian Delta yang berbahaya.

"Namun demikian, kita harus tetap berhati-hati dalam menyikapi tren perbaikan ini. Tetap harus selalu waspada menghadapi varian Delta yang sangat menular," kata Kepala Negara.[]