Ekonomi

Incar Jadi Negara Maju 2045, Indonesia Berburu Rumuskan Kebijakan Fiskal

sejumlah tantangan baik secara domestik maupun internasional menunggu Indonesia untuk mencapai cita-cita menjadi negara maju di tahun 2045


Incar Jadi Negara Maju 2045, Indonesia Berburu Rumuskan Kebijakan Fiskal
Ilustrasi- Indonesia incar jadi negara maju tahun 2045 (AKURAT.CO/Dharma WIjayanto)

AKURAT.CO Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengakui sejumlah tantangan baik secara domestik maupun internasional menunggu Indonesia untuk mencapai cita-cita menjadi negara maju di tahun 2045. Dengan beragam tantangan yang ada, perlu juga dijadikan peluang oleh Indonesia dalam melakukan reformasi sebagai salah satu langkah dalam mencapai cita-cita sebagai negara maju.

Dalam rangka memperkuat fondasi ekonomi dan meningkatkan potensi ekonomi, agenda reformasi struktural yang komprehensif, salah satunya dilakukan melalui penerbitan Undang-Undang Cipta Kerja untuk menghapuskan hambatan-hambatan struktural dalam mempercepat transformasi ekonomi dan mencari sumber pertumbuhan baru.

Selain itu, reformasi juga dilakukan dalam rangka mendukung perekonomian yang berkelanjutan, melalui berbagai kebijakan fiskal yang telah ditetapkan pemerintah, seperti pengenaan pajak karbon dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan dan Mekanisme Transisi Energi (Energy Transition Mechanism/ETM).

Oleh karena itu, pemerintah bakal menggelar Annual International Forum of Economic Development and Public Policy (AIFED) yang ke-10 dengan tema “Finding New Sources of Growth to Recover Stronger” pada 1-3 Desember 2021 mendatang.

Forum ini merupakan hasil kerja sama dengan Pemerintah Australia dan Asian Development Bank. AIFED kali ini akan fokus untuk mengeksplorasi isu terkait sumber pertumbuhan baru sebagai strategi untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi dan perekonomian yang lebih kokoh serta berkelanjutan.

Pembahasan terkait hal ini akan dimuat dalam empat aspek utama, yaitu Product, People, Place, and Policy (4P) untuk dapat menghasilkan masukan kebijakan yang menyeluruh dan inklusif. Sumber pertumbuhan baru bagi Indonesia untuk mendukung pemulihan yang kuat akan dieksplorasi dari perspektif sektoral, pengembangan sumber daya manusia, perspektif regional, serta diramu dan diintegrasikan dari sisi kebijakan.

Perhelatan AIFED ke-10 akan dibuka oleh Wakil Menteri Keuangan RI, Prof. Suahasil Nazara; Australian Ambassador to Indonesia, Penny Williams PSM; dan Vice President of Asian Development Bank (ADB), Ahmed M. Saeed.

Selain itu, gelaran AIFED kali ini juga akan mendatangkan beberapa figur ahli dari berbagai bidang seperti, Prof. Keun Lee, Seoul National University; Prof. Paul Ekins, University College London; Kaushik Das, McKinsey & Company; Prof. Ahmad Erani Yustika, Sekretariat Wakil Presiden; Prof. Warwick McKibbin, Australian National University; Kazutoshi Chatani, International Labour Organization (ILO); Henri Blas, Global Infrastructure Hub; Jennifer Gordon, Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Australian Government; Ridha Wirakusumah, Indonesia Investment Authority; dan sejumlah pakar lainnya.

Yang tak kalah menarik, di samping sesi keynote lecture dan diskusi panel, penyelenggaraan AIFED ke -10 ini juga menghadirkan boards’ session dari pelaku usaha; talk show antara komedian dan ekonom untuk membicarakan mimpi Indonesia di 2045; sesi leader’s podcast sebagai salah satu platform digital yang banyak digemari berbagai generasi akhir-akhir ini, sebagai salah satu alternatif sosialisasi publik terkait reformasi strukural maupun reformasi fiskal;  sesi dikusi dengan para tokoh penggerak ekonomi lokal untuk berbagi pengalaman mereka dalam memberdayakan sumber daya dan meningkatkan produktivitas; serta sesi call for ideas yang merupakan penggalian ide-ide secara terbuka dari semua kalangan dalam menemukan dan mengembangkan sumber pertumbuhan baru bagi Indonesia. Kegiatan ini diadakan setiap tahun untuk mempertemukan para akademisi, ekonom, profesional, dan pembuat kebijakan dalam satu platform untuk berkolaborasi mendiskusikan isu dan topik kunci serta menawarkan rekomendasi rekomendasi kebijakan dalam menghadapi isu-isu terkini.

“Forum yang melibatkan banyak kalangan dari berbagai latar saat ini sangat dibutuhkan untuk terus menciptakan inovasi kebijakan fiskal yang mendukung pemulihan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan dari pandemi Covid-19 ke depan. Selain itu, AIFED ke-10 ini akan sangat bermanfaat sebagai landasan bagi penyusunan rekomendasi kebijakan strategis bagi Rancangan APBN ke depan”, ungkap Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, Kamis (25/11/2021).[]