Olahraga

Incar Hasil Maksimal di Olimpiade, Greysia/Apriyani Latih-Tanding dengan Ganda Putra

Pemain dinilai butuh suasa kompetisi untuk bisa mencoba hasil yang mereka latih.


Incar Hasil Maksimal di Olimpiade, Greysia/Apriyani Latih-Tanding dengan Ganda Putra
Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu (BADMINTON PHOTO/Raphael Sachetat)

AKURAT.CO, Pasangan bulutangkis ganda putri terbaik Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu masih terus fokus mematangkan persiapan jelang penampilan di ajang Olimpiade Tokyo 2022 yang berlangsung pada 23 Juli - 8 Agustus.

Pelatih kepala ganda putri pelatnas PBSI, Eng Hian bahkan mengatakan atlet butuh suasa kompetisi untuk bisa mencoba hasil yang mereka latih. Begitu juga pelatih, untuk bisa menilai hasil dari latihan efektif atau tidak.

Tapi, nyatanya kompetisi tidak ada. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pelatih yang akrab disapa Didi itu bahkan sudah menyiapkan menu latihan yang tidak biasa untuk Greysia/Apriyani.

“Sebagai atlet kan butuh suasana kompetisi untuk mencoba hasil latihan, tapi tidak ada ajang untuk melakukan itu. Jadi persiapan untuk Greys/Apri dari dua minggu lalu saya masih fokus ke peningkatan strength dan endurance,” kata Didi.

“Kira-kira tiga minggu sebelum hari-H baru fokus ke strategi dan kompetisi. Saya juga sudah menyiapkan menu sparring dengan ganda putra untuk menambah kecepatan dan kekuatan mereka.”

Dengan tidak mengecilkan pesaing-pesaing dari negara lain, Didi juga menyebut peta kekuatan saat ini memang masih ada di Jepang, China dan Korea Selatan.

Demi mengimbangi permainan kuat dari negara-negara tersebut, Didi akan mencoba untuk memperbaiki daya tahan Greysia dan Apriyani untuk melewati laga berdurasi panjang.

“Fokus stabilisasi daya tahan, konsistensinya untuk bermain dengan durasi yang lebih lama. Dua minggu ke depan baru nanti akan ada perubahan ke pola pergerakan dan spsesifik akurasi,” jelasnya.

Selain itu, pembatalan kejuaraan Malaysia dan Singapura Terbuka sebagai turnamen kualifikasi Olimnpiade juga dinilai mempengaruhi kondisi para pemain.

“Pasti ada pengaruhnya pembatalan turnamen-turnamen itu, terutama untuk kondisi mentalnya. Selain itu, kami akhirnya tidak bisa terlalu membaca kekuatan lawan,

Dian Eko Prasetio

https://akurat.co