Olahraga

Incar Gelar 2023, Marquez tak Ngotot Menang di Seri Tersisa 2022

Incar Gelar 2023, Marquez tak Ngotot Menang di Seri Tersisa 2022
Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez saat beraksi di MotoGP Jepang 2022 ()

AKURAT.CO, Marc Marquez secara terang-terangan tidak berniat tampil “serius” untuk meraih kemenangan dalam empat balapan yang tersisa di musim ini. Pembalap asal Spanyol itu ingin fokus berusaha meningkatkan performa motor Honda untuk MotoGP 2023.

Performa tim dan pabrikan Honda di musim ini memang terbilang jauh dari kata meyakinkan. Dalam 16 balapan yang telah bergulir di MotoGP 2022, Honda Repsol dan LCR Honda saat ini masih menempati urutan kesembilan dan kesepuluh di klasemen tim.

Pencapaian terbaik para pembalap Honda hanya dimiliki oleh Pol Espargaro yang merebut posisi ketiga dalam balapan pembuka di Sirkuit Losail dalam MotoGP Qatar 2022. Itu menjadi satu-satunya podium yang diperoleh pabrikan asal Jepang tersebut.

baca juga:

Melihat situasi itu, Marquez menegaskan bahwa beberapa balapan terakhir musim ini semata-mata untuk meningkatkan motor Repsol Honda miliknya untuk kembali bersaing memperebutkan gelar juara MotoGP pada 2023.

“Kami akan mencoba, jika kami punya waktu, beberapa hal besar untuk memahami konsepnya. Mencapai hasil terbaik bukanlah hal yang terbaik. Tapi saya di sini untuk bekerja untuk musim depan,” kata Marquez jelang MotoGP Thailand akhir pekan ini, seperti dikutip dari Crash, Kamis (29/9).

“Thailand, saya menyukainya. Kenangan yang sangat bagus dari 2018 dan 2019 (Marquez menang). Tahun ini kami tidak dalam situasi yang sama. Kami tidak akan berada di lap terakhir berjuang untuk kemenangan.”

Marquez sendiri yang merupakan andalan Honda, harus melewatkan delapan balapan musim ini karena menderita cedera panjang selama empat bulan. Pekan lalu, The Baby Alien-julukan Marquez-sebenarnya nyaris mendapatkan podium pertama pribadi sekaligus kedua bagi Honda di MotoGP Jepang 2022.

Namun, Marquez yang mendapatkan pole pada akhirnya harus puas finis keempat tepat di belakang Jack Miller (Ducati), Brad Binder (Red Bull KTM Factory Racing), dan Jorge Martin (Pramac Racing).

Meski gagal podium, pencapaian itu terbilang cukup baik bagi Marquez. Pembalap berusia 29 tahun itu tampak puas mengingat ia masih merasa sakit ketika di Sirkuit Motegi akhir pekan lalu.

“Saya tidak bisa menyerang di lap terakhir karena saya merasakan sakit yang berarti saya kehilangan tenaga dan konsentrasi," kata Marquez. “Motegi adalah pertama kalinya di lap terakhir saya bisa terus mendorong. Memang benar saya kekurangan tenaga tapi ini normal. Di Jepang cuaca membantu. Itu tidak membuat tubuh stres. Saya merasakan ini.”[]