Ekonomi

InaFashion Smesco, Buat UMKM Mampu Perluas Bisnis Hingga Mancanegara?

Pameran virtual InaFashion maka para pelaku usaha dapat memanfaatkan teknologi yang ada sebaik mungkin selama pandemi Covid-19


InaFashion Smesco, Buat UMKM Mampu Perluas Bisnis Hingga Mancanegara?
Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah (Akurat.co/Andoy)

AKURAT.CO Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengklaim dengan adanya Pameran Virtual InaFashion maka para pelaku usaha dapat memanfaatkan teknologi yang ada sebaik mungkin selama pandemi Covid-19. Sehingga untuk meningkatkan penjualan secara digital sekaligus memperluas jaringan bisnis hingga ke mancanegara.

“Mengapa begitu? sebab pameran online inaFashion Smesco Online Expo 2021 merupakan salah satu terobosan untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional, Bangga Buatan Indonesia (BBI), Hari Konsumen Nasional, dan untuk memperingati Hari Kartini,” tutur Budihardjo  pada Pameran Virtual InaFashion Smesco Online Expo 2021 di Jakarta, Rabu (21/4/2021).

Tak hanya itu saja, tambahnya, pameran ini tentunya juga akan menjadi solusi di mana menjelang lebaran terdapat larangan mudik. Di pameran ini, UKM di seluruh Indonesia tidak perlu datang ke Jakarta, melainkan cukup datang ke pameran ini untuk membeli bahan-bahan baku yang diperlukan. 

“Sehingga, tetap dapat melakukan produksi dan barang hasil produksinya dapat dijual ke anggota Hippindo,” ucapnya. 

Seperti yang sudah diketahui juga, tambahnya, pameran InaFashion Smesco Online Expo 2021 dapat diakses secara online selama 24 jam melalui tradefair.inaproduct.com. 

"Melalui pameran ini, pelaku usaha di dalam negeri maupun luar negeri dari skala besar, menengah, kecil, serta pemangku kepentingan di sektor industri tekstil, produk tekstil (raw materials, supporting, ready to wear, dan batik), termasuk alas kaki dapat bertemu," tukas Budihardjo.

Sebelumnya, Menkop Teten juga menegaskan bahwasanya di tengah pandemi Covid-19 saat ini, para pelaku UMKM itu tidak boleh sampai kehilangan kreativitas dan inovasi, apalagi pemerintah serius untuk mengupayakan kegiatan ekonomi berjalan di tengah pandemi dengan menjalankan secara ketat penerapan protokol kesehatan. 

"Oleh sebab itu, UMKM digital produktif merupakan salah satu kunci dari upaya pemulihan ekonomi. Dimana pelaku usaha yang cepat beradaptasi dalam mengikuti perubahan dan membaca permintaan pasar, serta beralih dari konvensional menjadi digital, terbukti mampu bertahan di tengah masa pandemi ini," tegasnya.

Jika kita mengacu kepada data yang dihimpun oleh Katadata, tambahnya, tahun 2020 lalu terdapat kenaikan nilai transaksi e-commerce sebesar 29,6% yaitu dari Rp205,5 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp266,3 triliun di tahun 2020. 

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu