Lifestyle

Catat! Imunisasi yang Wajib Diberikan Pada Bayi 0-3 Bulan

Berikut jadwal imunisasi serta vaksin apa saja yang diwajibkan untuk anak usia 0-3 bulan


Catat! Imunisasi yang Wajib Diberikan Pada Bayi 0-3 Bulan
Ilustrasi imunisasi (Freepik.com)

AKURAT.CO, Imunisasi adalah cara yang terbukti ampuh dalam mencegah penyakit menular. Dengan melakukan imunisasi pada Si Kecil yang baru lahir, Ayah dan Bunda dapat melindunginya, karena ia sangat rentan terhadap penyakit tertentu.

Ketika Si Kecil sudah mendapatkan imunisasi, tubuh akan lebih mampu menghadapi dan mengalahkan infeksi penyakit itu.

Namun, sebelum membawa Si Kecil ke dokter dan memberinya imunisasi, Bunda juga harus tahu apa kegunaan setiap vaksin yang diberikan dan kapan waktu yang tepat untuk memberikan vaksin.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah menerapkan imunisasi rutin lengkap untuk anak usia 0-18 tahun, bahkan sejak Si Kecil baru lahir sudah diimunisasi.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menerbitkan rekomendasi jadwal imunisasi berdasarkan hasil perkembangan penelitian imunisasi secara global. Mengutip dari laman IDAI, berikut jadwal imunisasi serta vaksin apa saja yang diwajibkan untuk anak usia 0-3 bulan:

Vaksin Hepatitis B (HB) Monovalen

Vaksin Hepatitis B (HB) monovalen diberikan kepada bayi yang baru lahir atau sebelum berumur 24 jam dari waktu kelahiran Si Kecil, didahului penyuntikan vitamin K1 maksimal 30 menit sebelum berumur 24 jam. Akan tetapi, tidak dihitung sebagai dosis promer.

Bayi dengan berat lahir kurang dari 2000 g, sebaiknya menunda imunisasi dengan vaksin ini hingga umur Si Kecil sampai berumur 1 bulan atau lebih, kecuali buat Si Kecil yang lahir dari ibu yang HBsAg positif.

Bayi lahir dari ibu HBsAg positif, segera berikan vaksin HB dan immunoglobulin hepatitis B(HBlg) pada ekstremitas yang berbeda, maksimal dalam 7 hari terakhir setelah lahir. Imunisasi HB selanjutnya diberikan bersama vaksin DTwP atau DTaP.

Vaksin Polio 0 (nol)

Vaksin polio 0 (nol) diberikan segera setelah lahir. Apabila lahir di fasilitas kesehatan, diberikan bOPV-0 saat bayi pulang atau pada kunjungan pertama.

Selanjutnya, akan diberikan Vaksin Polio jenis bOPV atau Vaksin Polio jenis IPV, bersama DTwP atau DTaP. Vaksin IPV minimal diberikan 2 kali sebelum berumur 1 tahun bersama DTwP atau DTaP.

Vaksin BCG  (Bacillus Calmette Guerin)

Vaksin pencegah penyakit TBC pada Si Kecil, sebaiknya diberikan segera setelah lahir atau segera mungkin, sebelum bayi berumur 1 bulan. Bila berumur 3 bulan atau lebih belum vaksin BCG, BCG diberikan bila uji tuberculin negative.

Bila uji tuberculin tidak tersedia, vaksin BCG dapat diberikan.

Bila timbul reaksi lokal cepat pada minggu pertama setelah pemberian vaksin BCG, lakukan pemeriksaan lanjutan untuk diagnosis tuberculosis pada Si Kecil oleh Dokter Spesialis Anak.

Vaksin DPT  (Diphtheria, Pertusis dan Tetanus)

Vaksin yang terkenal karena penyakit difteri dan tetanus ini, dapat diberikan mulai Si Kecil berumur 6 minggu, berupa vaksin DTwP atau DTaP. Vaksin DTaP diberikan pada umur 2, 3, 4 bulan atau 2, 4, 6 bulan. Lalu, booster pertama diberikan pada umur 18 bulan.

Booster berikutnya diberikan pada umur 5-7 tahun atau pada Program Imunisasi SD Kelas 1. Umur 7 tahun atau lebih menggunakan vaksin Td atau Tdap.

Booster selanjutnya pada umur 10-18 tahun atau pada Program Imunisasi SD kelas 5. Booster Td diberikan setiap 10 tahun.

Vaksin Pneumokokus (PCV)

Vaksin pencegah penyakit meningitis ini diberikan pada Si Kecil di umur 2, 4 dan 6 bulan, dengan booster pada umur 12 – 15 bulan.

Jika belum diberikan pada umur 7-12 bulan, berikan PCV 2 kali dengan jarak 1 bulan dan booster setelah umur 12 bulan dengan jarak 2 bulan dari dosis sebelumnya.

Jika belum diberikan pada umur 1-2 tahun, berikan PCV 2 kali dengan jarak minimal 2 bulan. Jika belum diberikan pada umur 2-5 tahun, PCV10 diberikan 2 kali dengan jarak 2 bulan, PCV13 diberikan 1 kali.[]