Ekonomi

Impact Investment, Perempuan Pelaku Usaha Mikro Mampu Cetak Kontribusi US$135 Miliar

Tren investasi berdampak sosial dinilai akan terus berkembang, khususnya pada sektor usaha mikro oleh lembaga keuangan formal


Impact Investment, Perempuan Pelaku Usaha Mikro Mampu Cetak Kontribusi US$135 Miliar
Salah satu pelaku usaha mikro perempuan Pemilik toko tas dan sepatu 'Alvino Collection' saat menata barang di kawasan Mangga Besar, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (9/2/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Tren investasi berdampak sosial dinilai akan terus berkembang, khususnya pada sektor usaha mikro yang selama ini kurang diminati oleh lembaga keuangan formal. Berdasarkan studi Angel Investor Network Indonesia (ANGIN) pada 2020 lalu, salah satu sektor yang menjanjikan impact investment adalah pada perempuan pelaku usaha mikro yang dinilai dapat memberikan kontribusi US$135 miliar pada PDB tahunan.

Impact investing atau investasi berdampak sosial sendiri merupakan penanaman modal yang mengakomodir dua tujuan sekaligus, yakni untuk memperoleh keuntungan dari hasil investasi dan memastikan investasi tersebut menciptakan dampak sosial yang positif, seperti peningkatan taraf hidup di pedesaan, membuka peluang kesetaraan gender, dan menyejahterakan masyarakat prasejahtera.

Hal ini pun diakui PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) perusahaan fintech pionir peer-to-peer lending membuat pihaknya membidik investor milenial agar melakukan impact investing.

" Sejak berdiri di tahun 2010, Amartha telah berkomitmen untuk menyediakan akses permodalan bagi perempuan pengusaha mikro di pedesaan. Ini merupakan bagian dari diversity atau keberagaman serta inklusi yang kami wujudkan melalui penyaluran dana usaha," tutur Andi Taufan Garuda Putra, Founder dan CEO Amartha dalam konferensi internasional Reshape Summit 2021 di Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Andi Taufan menyebut berdasarkan riset internal, nilai keberagaman dan inklusi menjadi nilai tambah yang dilihat oleh para investor untuk berinvestasi pada instrumen yang memberikan dampak sosial (impact investing), salah satunya pengembangan UMKM perempuan. Porsi investor retail di Amartha didominasi oleh generasi milenial, yakni sebanyak 68%, kemudian disusul 19% oleh generasi X, dan 10% oleh generasi Z.

" Masih berdasarkan riset internal di Januari 2021, alasan milenial memilih Amartha sebagai platform investasi adalah karena Amartha membawa dampak sosial yang nyata, sehingga investasi yang diberikan juga turut membangun perekonomian masyarakat yang tidak tersentuh oleh layanan keuangan konvensional," imbuhnya.

Keberagaman dan inklusi juga terbukti mendukung Amartha dalam memperoleh pendanaan lebih dari $85,5 juta dari investor institusi seperti Women’s World Bank, Norfund dari Norwegia, dan Lendable Inc. Investor institusi tersebut memercayakan Amartha sebagai mitra untuk menyalurkan permodalan bagi UMKM perempuan di Indonesia karena adanya kesamaan prinsip dalam hal keberagaman dan inklusi, yang membawa tujuan pembangunan berbasis kesetaraan gender melalui akses layanan keuangan.

Menurutnya, dengan memperkokoh keberagaman dan inklusi yang memberdayakan perempuan pengusaha mikro dengan membuka akses permodalan, khususnya bagi mereka yang tidak terlayani oleh bank konvensional bakal dapat menjangkau lebih banyak lagi investor milenial dan institusi, untuk bergabung sebagai pendana dan bersama-sama memberikan dampak sosial bagi Indonesia.

Nilai keberagaman dan inklusi yang diadaptasi oleh fintech terbukti dapat meningkatkan ketahanan sekaligus inovasi dalam suatu perusahaan.

“Kami melihat, adanya tantangan pandemi Covid-19 di Indonesia justru menjadi pendorong bagi mitra perempuan pengusaha mikro di Amartha untuk terus berinovasi dan memiliki daya juang lebih besar lagi. Misalnya saja, beberapa mitra kami mulai memproduksi masker dan kebutuhan lain yang memiliki permintaan tinggi di kala pandemi, sehingga tetap dapat melunasi pinjaman dan justru berhasil memperluas usahanya ke bidang lain”, paparnya.

Hingga saat ini, sebanyak 100.000 investor retail telah bergabung sebagai pendanaan platform Amartha dengan nilai investasi sekitar empat juta rupiah di setiap portofolio. Amartha telah berhasil menyalurkan lebih dari Rp4.46 triliun kepada lebih dari 800,000 perempuan pengusaha mikro di Indonesia, menjadikan Amartha sebagai P2P terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah peminjam, dan tiga teratas dalam hal outstanding pinjaman.[]