Ekonomi

IMF Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023 Sentuh 5,3 Persen, Srimul Pamer Ini!

World Bank memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022 dan 2023 masing-masing sebesar 5,1 persen dan 5,3 persen


IMF Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023 Sentuh 5,3 Persen, Srimul Pamer Ini!
APBN (Tangkapan layar YouTube Kemenkeu)

AKURAT.CO, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan bahwa World Bank memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022 dan 2023 masing-masing sebesar 5,1 persen dan 5,3 persen. Sementara IMF memprediksi Indonesia akan tumbuh 5,4 persen dan 6,0 persen di periode yang sama. 

Akan tetapi, PMI Manufaktur Indonesia pada bulan Mei tetap melanjutkan ekspansi meski melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Namun demikian, konsumsi masyarakat semakin kuat dan mendukung pemulihan ekonomi.

APBN 2022 hingga akhir Mei mencatatkan peningkatan surplus akibat kinerja pendapatan yang baik,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, pada konferensi pers APBN KiTa, Kamis (23/6/2022).

baca juga:

Ia menjelaskan, pemulihan ekonomi domestik masih akan dibayangi tantangan dan risiko global, sehingga peran APBN sebagai shock absorber sangat diperlukan dengan tetap memperhatikan kesehatan APBN agar tetap sustainabel dan kredibel. 

“ Pertumbuhan ekonomi tidak tergantung lagi hanya dari sisi APBN, bahkan APBN sekarang bergeser sebagai instrumen untuk menjaga shock, tapi bukan lagi sebagai lokomotif utama untuk pertumbuhan ekonomi, karena mesin pertumbuhan sudah mulai menyala melalui konsumsi investasi dan ekspor,” jelasnya.

Sementara itu, untuk perekonomian domestik Indonesia terus melanjutkan tren pemulihan yang akan terus berpotensi tumbuh kuat di tahun 2022. Hal tersebut ditunjukkan baik dari sisi produksi maupun konsumsi.

“ Indeks PMI Manufaktur tetap ekspansif di level 50,8, meski melambat dibandingkan bulan April yang sebesar 51,9. Sedangkan IKK kembali mengalami peningkatan dari bulan April yang sebesar 113,1 menjadi 128,9 pada bulan Mei,” paparnya.

Selain itu, mobilitas masyarakat juga terus meningkat seiring terkendalinya pandemi, rata-rata mobilitas pada kuartal II mencapai 18,6, melonjak jauh dari kuartal I yang hanya mencapai 7,1. Sejalan dengan hal tersebut, indeks penjualan riil semakin meningkat, yang diperkirakan mencapai 239,7 pada bulan Mei, dan tumbuh 5,4 persen secara tahunan. 

Sekadar informasi, sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan mengenai kerangka kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) tahun 2023 kepada DPR RI, hari ini, Jumat (20/5/22). Tema kebijakan fiskal 2023 difokuskan pada peningkatan produktivitas untuk transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.