Olahraga

Imelda Wigoeno: Greysia Jangan Pensiun Dulu

Imelda Wigoeno sempat mendengar langsung dari Greysia Polii yang berencana punya anak dan berencana pensiun.


Imelda Wigoeno: Greysia Jangan Pensiun Dulu
Legenda bulutangkis Indonesia, Imelda Wigoeno, saat masih aktif bersama PBSI pada 2014. (PBSI)

AKURAT.CO, Legenda bulutangkis Indonesia yang kini mengurusi klub Jaya Raya, Imelda Wigoeno, meminta Greysia Polii untuk tidak buru-buru pensiun setelah sukses merebut medali emas Olimpiade Tokyo 2020 bersama Apriyani Rahayu.

Menurut Imelda, keberadaan sosok juara di Pelatnas PBSI penting untuk menjaga kepercayaan diri atlet di bawahnya. Selain itu, Greysia diminta sebaiknya menunggu atlet muda muncul untuk menjadi pasangan Apriyani.

Hal tersebut disampaikan oleh Imelda karena ia mendengar langsung dari Greysia bahwa atlet berusia 33 tahun tersebut berencana punya anak dan pensiun. Salah satu anggota tim Indonesia juara Piala Uber 1975 tersebut berharap suami Greysia, Felix Djimin, mau bersabar untuk mengizinkan Greysia bertahan sebagai atlet.

“Saya udah denger (Greysia) ada rencana mau punya anak. Cuma begini, pengalaman yang lalu-lalu, ketika di satu kelompok itu ada yang juaranya, jangan langsung berhenti, tunggu dulu di bawah untuk naik,” kata Imelda dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/8).

“Minta tahan ke suaminya Greys (sapaan Greysia), ditahan dulu kenapa, setengah tahun atau satu tahun dulu. Greys pernah ngomong ke saya ‘mau niru Ci Imel (sapaan Imelda) udah punya anak masih main’, saya itu pengen-nya tunggu supaya Apri (sapaan Apriyani) dapat partner yang pas, sayang ini kan aset kita, kalau lama dapat penggantinya Greys, kita bakal rugi. Tunggu dulu sampai ada pengganti Greys.”

Imelda juga berkaca pada kekosongan regenerasi yang terlalu panjang di nomor tunggal putri Indonesia. Menurutnya, juara Olimpiade Barcelona 1992, Susy Susanti, terlalu cepat pensiun ketika itu di mana pelapisnya, Mia Audina, justru memilih pindah kewarganegaraan ke Belanda.

“Susy waktu itu terlalu cepat retired, ada Mia Audina, tapi Mia ke Belanda,” ucap Imelda.

“Penting kalau ada juaranya, atlet di bawah itu menjadi besar hati. Pada waktu itu kita masih kuat, tim Indonesia masuk ke GOR orang itu udah tepuk-tengan. Kita juga besar hati, adik-adik kita besar hati karena kita tidak dipandang rendah oleh orang lain.”

Greysia/Apriyani adalah atlet terakhir dari PB Jaya Raya yang menyumbangkan peraih medali emas untuk Indonesia. Sebelumnya, klub yang bermarkas di Bintaro, Jakarta Selatan, tersebut sudah punya Susy Susanti, Chandra Wijaya/Tony Gunawan, dan Hendra Setiawan/Markis Kido.[]