News

Imbauan Buat Muslim, Khususnya Anggota PA 212 dan Laskar FPI, Jelang Bulan Puasa di Tengah Wabah Corona


Imbauan Buat Muslim, Khususnya Anggota PA 212 dan Laskar FPI, Jelang Bulan Puasa di Tengah Wabah Corona
Habib Novel Bamukmin (Dokumentasi pribadi)

AKURAT.CO, Bulan puasa merupakan bulan yang ditunggu-tunggu dan dirindukan oleh umat Islam sedunia. Namun sampai saat ini, belum ada tanda-tandan bahwa virus corona mereda, bahkan di Indonesia jumlah penderita virus itu terus bertambah setiap hari.

Data terakhir yang diumumkan pemerintah, kemarin, tercatat jumlah pasien positif terjangkit virus bertambah 106 orang dan jumlah pasien yang meninggal dunia 10 orang. Secara akumulatif di Indonesia ada 2.092 kasus pasien positif dan yang meninggal dunia 191 orang. Sementara jumlah pasien yang sembuh 150 orang.

"Tentunya umat Islam Indonesia tahun ini tidak bisa maksimal menjalankan ibadah puasa dan salat taraweh serta salat Idul Fitri, khususnya ibadah yang dilakukan dengan cara berjamaah atau berkumpul yaitu seperti biasanya salat taraweh berjamaah dan Salat Idul Fitri," kata Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin kepada AKURAT.CO, hari ini.

PA 212 mengimbau ibadah berjamaah pada Ramadan tahun ini untuk sementara waktu dilakukan di rumah masing-masing. Novel mengatakan faktor kesehatan harus diutamakan, baik menyangkut pribadi dan orang banyak, sesuai dengan tujuan agama Islam "maqosidusyariah hifzun nafsi" yaitu menjaga diri.

Front Pembela Islam dan PA 212 mendukung fatwa Majelis Ulama Indonesia, termasuk soal salat Jumat bisa diganti dengan salat dzuhur di rumah selama wabah virus corona belum dapat ditangani pemerintah.

"Artinya umat Islam harus paham yaitu salat Jumat yang hukumnya wajib saja menjadi tidak wajib, bahkan bisa menjadi haram kalau salat Jumat tersebut menjadi mudhorot karena justru terjadi penularan yang sangat cepat dan mengenai banyak orang apalagi salat taraweh yang hukumnya sunnah ghoiru muakadah dan salat Idul Fitri yang hukumnya sunnah muakad," kata Novel.

"Menjaga diri wajib, jadi umat Islam harus mendahulukan yang wajib dengan menjaga jiwa dibanding menjalankan yang sunnah dan salat taraweh pun tidak kehilangan karena salat taraweh bisa dikerjakan di rumah baik sendiri sendiri maupun bisa berjamaah bersama keluarga begitupun salat Idul Fitri karena hakikatnya asal muasal salat taraweh adalah di rumah sebagai mana Rasulullah kerjakan dan masa para sahabat nabi Sayidina Abu Bakar dan rakyatnya yang tidak pernah berjamaah salat taraweh baik 11 rakaat atau 23 rakaat atau lebih daripada itu, namun salat taraweh berjamaah baru dikerjakan pada masa khalifah Sayidina Umar bin Khatab," kata Novel.

Novel menekankan umat Islam yang biasa mengerjakan salat taraweh berjamaah, namun tahun ini tidak bisa berjamaah, tidak perlu khawatir. Salat taraweh di rumah tetap dihitung oleh Allah SWT dengan pahala yang sama dengan ketika berjamaah di masjid, kata Novel.

"Dengan begitu umat Islam tahun ini mendapat dua pahala kebaikan yaitu pahala menjaga diri dan orang lain dan yang kedua tetap mendapat pahala salat taraweh di masjid karena bulan Ramadan semua amal ibadah dilipat gandakan pahala atas amal apapun yang dikerjakan. Karena ibadah di rumah sangat memutus mata rantai penularan virus corona karna sampai saat ini obat untuk pemusnahan virus corona belum didapatkan," kata Novel. []