News

Imbau Warga Jakarta Tunda Mudik Sampai Wabah Corona Berakhir, Kapolda Metro Jaya: Supaya Penyebaran Virus Tak Makin Meluas


Imbau Warga Jakarta Tunda  Mudik Sampai Wabah Corona Berakhir, Kapolda Metro Jaya:  Supaya Penyebaran Virus Tak Makin Meluas
Suasanana Stasiun Pasar Senen (Andoy)

AKURAT.CO, Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ke daerah-daerah, perantau yang sekarang masih berada di Jakarta diimbau jangan mudik dulu sampai keadaan aman.

Menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, hingga Sabtu, 28 Maret 2020, total positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 1.155 kasus, sementara 59 orang sembuh dan 102 meninggal dunia. Pasien yang sembuh bertambah 13 kasus, sementara yang meninggal bertambah 15 kasus. Sebelumnya pada Jumat (27/3), tercatat 1.046 kasus positif, 87 orang meninggal dan 46 orang sembuh.

Jakarta tercatat sebagai kota paling banyak ditemukan kasus positif Covid-19 yaitu mencapai 627 orang.

Itulah sebabnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana mengatakan: "Kami mengimbau warga Jakarta untuk tidak mudik atau menundanya dahulu sampai wabah corona ini berakhir. Ini supaya penyebaran virus corona tidak makin meluas."

Menurut Nana penundaan perjalanan mudik merupakan salah satu bentuk physical distancing sebagaimana yang diminta pemerintah selama ini. "Mulai dari physical distancing, tetap di rumah, tidak berkumpul di luar, hingga menggunakan masker dan selalu cuci tangan," kata Nana.

Pemerintah pusat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sudah berkali-kali meminta agar masyarakat tidak kembali ke kampung halaman untuk sementara waktu guna menghindari meningkatnya penularan dan penyebaran virus.

Risiko penularan dan penyebaran Covid-19 berpotensi semakin tinggi apabila terjadi kontak dekat antar masyarakat yang melakukan perjalanan ke kampung menggunakan transportasi yang padat. Terlebih ketika tidak ada pembatasan jarak atar penumpang dan duduk berhimpitan di dalam kendaraan pribadi maupun transportasi publik.

"Tidak perlu meninggalkan rumah, tidak perlu berpergian yang jauh, tidak perlu kemudian berpergian bersama keluarga menuju ke tempat lain yang jauh. Risiko akan sangat besar terkait hal itu," kata juru bicara pemerintah Achmad Yurianto dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Jumat lalu.

Selain itu, pemerintah juga meminta masyarakat untuk berlaku bijak terkait rencana untuk pulang kampung mengingat risiko penularan yang tinggi dan membawa virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 ke wilayah-wilayah lain.

"Oleh karena itu bijak dalam kaitan dalam merencanakan apabila nantinya akan mudik. Kami menyarankan hati-hati, sebisa-bisanya ditunda sampai dengan kondisi menjadi lebih baik," kata Yurianto.

Persoalan mudik menjadi perhatian khusus bagi pemerintah karena tidak ingin adanya terjadi peningkatan drastis kasus yang positif terinfeksi Covid-19 dan menghindari penularan di masyarakat. Dalam hal ini masyarakat menjadi pihak yang paling rentan terhadap penularan covid-19 bilamana tidak menerapkan anjuran pemerintah dalam pencegahan sesuai protokol kesehatan.

Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk tetap tinggal rumah dan melakukan kegiatan produktif dengan bekerja, belajar dan beribadah. Kebersihan pribadi juga tetap harus dijaga dengan tetap rajin mencuci tangan sebagai langkah pencegahan infeksi penyakit yang menyerang pernafasan itu.

 Sejumlah pemerintah daerah juga telah mengambil kebijakan, meminta semua warganya yang baru pulang dari Jakarta untuk mengkarantina diri selama 14 hari di rumah. []