Olahraga

Imbas Tragedi Kanjuruhan, Indonesia vs Guam tanpa Penonton

Imbas Tragedi Kanjuruhan, Indonesia vs Guam tanpa Penonton
Beberapa pemain Tim Nasional Indonesia U-16 dalam sesi latihan di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Sabtu (1/10). (PSSI)

AKURAT.CO, Dampak tragedi di Stadion Kanjuruhan akhirnya merembet juga ke tim nasional. Setidaknya Tim Nasional Indonesia U-16 yang terpaksa bermain tanpa penonton di laga pembuka Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 melawan Guam di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Senin (3/10) malam nanti.

Kabar ini disampaikan oleh PSSI melalui akun Instagramnya. Dengan memuat latar belakang gambar Stadion Pakansari bernuansa hitam sebagai bentuk belasungkawa atas kematian lebih dari 170 suporter di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10), PSSI menjanjikan penggantian biaya tiket yang sudah dibeli penggemar.

"Demi keamanan dan kenyamanan bersama serta menghargai dan menghormati saudara/i kita yang sedang berduka akibat kejadian yang menimpa di Stadion Kanjuruhan, Malang, dengan ini Kualifikasi Piala Asia U-17 resmi dilaksanakan tanpa penonton," tulis PSSI.

baca juga:

"Mari tetap dukung Tim U-17 Indonesia dari layar TV."

Situasi ini jelas merupakan "setback" bagi Timnas U-16 yang berjuang ketat untuk mendapatkan satu tiket ke Piala Asia U-17 2023. Mentalitas pasukan asuhan Bima Sakti diharapkan tidak turun meski kabar tragedi di Kanjuruhan tak mengenakkan.

Tergabung di grup B bersama Uni Emirat Arab (UEA), Palestina, Malaysia, dan Guam, Indonesia harus menjadi juara grup atau minimal sebagai satu dari runner-up terbaik untuk bisa lolos ke Piala Asia tahun depan. Soalnya, selain poin dan head-to-head jumlah gol sangat menentukan pada fase kualifikasi ini.

Di grup B sendiri dua pertandingan sudah dilakukan pada matchday pertama, Sabtu (1/10). Keduanya ditandai dengan banyak gol di mana Malaysia menang 4-0 atas Palestina dan UEA lebih gila dengan melumat Guam dengan kemenangan sembilan gol tanpa balas.

Untuk setidaknya mengawali turnamen dengan peluang setara, Indonesia diharapkan bisa menang besar atas Guam. Barangkali terlalu muluk untuk bisa menang 9-0 tetapi ukuran tersebut telah ditunjukkan oleh UEA yang saat ini berada di puncak klasemen.

Pelatih Timnas U-16, Bima Sakti, berharap tragedi di Kanjuruhan tak berdampak pada permainan Timnas di segala kelompok. Pasalnya, kata Bima, Timnas saat ini sedang dalam tren positif.

"Kita berharap, berdoa sama-sama semoga enggak berimbas ke sepakbola nasional terutama ya. Karena kita gembira kompetisi kita berjalan, dan di Timnas, (baik) senior, U-20, kemudian kita juga mengejar di U-17 untuk lolos ke Piala Asia," kata Bima.[]