Ekonomi

Imbas Konsumsi Listrik Melonjak, PLN Sudah Kantongi Rp204,65 triliun

PLN membukukan pendapatan sebanyak Rp204,65 triliun pada periode Januari sampai September 2021 atau naik 4,7 persen year on year.


Imbas Konsumsi Listrik Melonjak, PLN Sudah Kantongi Rp204,65 triliun
Petugas melakukan pengecekan unit Power Bank jaringan listrik milik PLN di area hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Jumat (15/1/2019). PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya menyiapkan 1 unit Power Bank 1.000 kVA dan 1 unit Power Bank 630 kVA serta 3 unit UPS 500 kVA sebagai cadangan untuk memenuhi pasokan listrik pelaksanaan Debat Capres ke 2 yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2019. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, PT PLN (Persero) membukukan pendapatan sebanyak Rp204,65 triliun pada periode Januari sampai September 2021 atau naik 4,7 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp195,47 triliun.

Konsumsi listrik nasional terus meningkat berimbas positif ke kinerja keuangan PT PLN (Persero). Tercatat hingga September 2021, perseroan mencetak pendapatan Rp 204,65 triliun atau naik 4,7 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 195,47 triliun.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril menyatakan pencapaian tersebut tidak lepas atas keberhasilan PLN mendorong konsumsi listrik nasional dengan berbagai program unggulan.

Adapun sepanjang Januari-September 2021, jumlah pelanggan PLN meningkat sebanyak 2,6 juta pelanggan menjadi 81,6 juta pelanggan. Sementara volume penjualan listrik juga naik 4,4 persen menjadi 189,7 tWh hingga kuartal III 2021 (year on year).

Lebih lanjut ia menuturkan, pencapaian ini juga tidak lepas dari strategi creating demand yang ditempuh melalui upaya intensifikasi dan ekstensifikasi. Strategi intensifikasi dilakukan PLN melalui berbagai bundling dan promo untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, misalnya promo Super Dahsyat pada yang digulirkan memperingati Hari Listrik Nasional ke-76.

"Rangkaian program promo tambah daya yang kami lakukan sepanjang tahun ini ternyata disambut antusias oleh pelanggan. Penambahan daya ini membuat pelanggan lebih produktif dan penggunaan listrik meningkat," kata Bob dalam keterangan resminya, Rabu (27/10/2021).

Ia menuturkan, strategi intensifikasi juga dilakukan melalui penerapan gaya hidup dengan menggunakan peralatan berbasis listrik dalam kehidupan sehari-hari atau electrifying lifestyle, seperti mendorong ekosistem dan penggunaan satu juta kompor induksi serta kendaraan listrik berbasis baterai.

Di samping itu, strategi ekstensifikasi ditempuh PLN melalui program win back yaitu mengakuisisi captive power atau mengganti kelistrikan perusahaan-perusahaan yang masih menggunakan pembangkit sendiri dengan suplai listrik dari PLN agar perusahaan dapat berfokus pada bisnis intinya.

Cara lainnya adalah dengan melihat ceruk pasar yang masih potensial dengan program electrifying agriculture dan electrifying marine untuk sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan serta kelautan.