Ekonomi

Imbas Kenaikan Harga Tiket Pesawat, KAI Siapkan Kereta Tambahan

Imbas Kenaikan Harga Tiket Pesawat, KAI Siapkan Kereta Tambahan
Sejumlah warga yang akan melakukan mudik lebaran mulai memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (26/4/2022). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, PT Kereta Api Indonesia (Persero) siap mendukung kebijakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang menyarankan wisatawan untuk naik kereta api di tengah kenaikan harga tiket pesawat saat ini.

KAI akan mengakomodasi peningkatan jumlah pelanggan kereta api melalui penambahan jumlah tempat duduk dan perjalanan kereta.

"KAI terus memantau penjualan tiket secara realtime untuk memastikan wisatawan dapat bepergian dengan kereta api," kata VP Public Relations KAI Joni Martinus di Jakarta, kemarin.

baca juga:

Joni mengklaim KAI telah terbukti mampu untuk mengakomodasi peningkatan jumlah pelanggan pada masa libur. Contohnya pada masa angkutan lebaran 2022 yang lalu KAI melayani 4,39 Juta pelanggan kereta api selama 22 hari.

Bagi para wisatawan yang ingin menggunakan kereta api, KAI menyediakan berbagai tipe kereta yang dapat digunakan ke berbagai tujuan. Mulai dari kelas ekonomi, bisnis, eksekutif, dan luxury.

Di sisi tarif, Joni mengatakan tersedia dua jenis yaitu tarif KA Public Service Obligation (PSO) dan komersial. Untuk KA PSO tarifnya tetap sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Sementara itu untuk tarif KA komersial sifatnya dinamis menyesuaikan. “Ini menyesuaikan permintaan dari masyarakat tapi sesuai tarif batas atas dan tarif batas bawah yang ditetapkan pemerintah,”tambahnya.

Selain kereta reguler, KAI juga menyediakan kereta wisata berbagai tipe yang cocok digunakan untuk perjalanan rombongan dengan jadwal dan rute yang fleksibel. Terdapat Kereta Wisata tipe Bali, Imperial, Jawa, Nusantara, Priority, Retro, Sumatera, Toraja dan Kereta Istimewa.

"Melalui berbagai fasilitas kereta yang KAI miliki, KAI siap mendukung berbagai kebijakan pemerintah di sektor pariwisata dalam rangka pemulihan perekonomian nasional," tutup Joni.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi