Ekonomi

Imbas dari Lockdown Ketat China, Penjualan Ritel Pakaian di Shanghai Jadi Lesu

data dari Tmall menunjukkan penjualan pakaian pria turun 22 persen dan pakaian wanita turun 4 persen


Imbas dari Lockdown Ketat China, Penjualan Ritel Pakaian di Shanghai Jadi Lesu
Ilustrasi penjualan pakaian (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Telah sebulan lamanya Shanghai mencabut lockdown ketat Covid-19 menjadikan para penjual baju fashion di departement store mulai terjebak dengan tumpukan stok yang tidak terjual karena banyak orang yang pikir dua kali untuk beli baju mewah ke tempat perbelanjaan demi terhindar dari paparan virus.

Pembatasan untuk menghentikan virus di Shanghai, ibu kota mode China, membuat kota berpenduduk 25 juta itu terhenti pada bulan April dan Mei, membuat tampilan produk pakaian dan kecantikan di toko-toko tidak tersentuh dan kontainer pakaian impor mulai banyak terdampar di pelabuhan.

Pembukaan kembali kota bulan ini melihat banjir pengiriman barang dari gudang ke rak-rak toko yang sudah sarat dengan barang dagangan yang tidak terjual selama dua bulan penguncian. Biasanya sekitar seperlima dari semua barang impor yang masuk ke China melewati pelabuhan Shanghai.

baca juga:

Beberapa hari setelah pembatasan Covid-19 mereda, tanda-tanda "penjualan" besar naik di seluruh Shanghai, dengan pengecer dari Lululemon hingga Victoria's Secret menawarkan diskon untuk memikat pembeli.

"Ini sangat mempengaruhi kami," kata Josh Gardner, pendiri dan kepala eksekutif mitra e-commerce pasar China Kung Fu Data, yang mengelola toko online untuk 10 merek fesyen, termasuk G-Star Raw.

"Pada bulan April, Mei di platform (e-commerce utama China), tidak ada t-shirt yang ditemukan, kami kehabisan stok musim panas dan begitu juga semua orang, tidak ada produk, sekarang semua penjual cuman bisa terjebak dalam banyaknya tumpukan baju (yang mereka jual)," ucapnya.

Menurut perusahaan analis Bain & Co,China adalah pasar utama bagi perusahaan barang mewah pribadi dengan penjualan mencapai USD74,4 miliar pada tahun 2021.

Satu konsultan memperkirakan bahwa penjualan selama "618" – acara belanja besar di China dari 31 Mei hingga 20 Juni di seluruh situs e-commerce utama, seperti Tmall dan JD.com, datar dari tahun ke tahun.

Pada minggu pembukaan acara, data dari Tmall menunjukkan penjualan pakaian pria turun 22 persen dan pakaian wanita turun 4 persen. Meskipun penjualan pakaian aktif naik 26 persen, mungkin karena peningkatan fokus pada kebugaran selama penguncian.

Sumber: Channel News Asia